JAKARTA, METROSELEBES.COM – Sektor perkebunan kembali menunjukkan perannya yang sangat vital dalam perekonomian nasional.
Hingga Maret 2025, nilai ekspor subsektor perkebunan Indonesia mencapai Rp172,8 triliun, menyumbang sebesar 94,29% dari total ekspor pertanian nasional.
Fakta ini diungkapkan oleh Heru dalam paparannya yang mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Heru menegaskan bahwa sektor perkebunan bukan hanya menjadi tumpuan ekonomi, tetapi juga merupakan ruang strategis bagi transformasi besar-besaran di bidang pertanian.
Transformasi ini meliputi inovasi teknologi, digitalisasi pertanian presisi, penguatan riset, hingga pemberdayaan petani. Tidak hanya itu, hilirisasi komoditas perkebunan menjadi strategi utama dalam meningkatkan nilai tambah produk perkebunan nasional.
“Artinya, sektor perkebunan menjadi bagian penting dalam perekonomian nasional,” ujar Heru.
Heru juga menyebutkan bahwa untuk mencapai tujuan besar ini, diperlukan kolaborasi menyeluruh antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan.
“Kalau petani kuat, pasarnya jelas, teknologinya tepat, maka kita bukan cuma swasembada—tapi berdaulat,” tegas Heru.
Baca Juga: Kementan Dorong Kaltim Jadi Lumbung Pangan Nasional dalam 2 Tahun
Dalam mendukung program nasional ketahanan pangan, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) menargetkan penanaman padi gogo di lahan perkebunan seluas 503.457 hektare.
Lahan ini tersebar di lebih dari 30 provinsi, termasuk Kalimantan Barat, Riau, Aceh, dan Sumatera.
Program ini menunjukkan sinergi lintas sektor yang dapat menjadi model keberhasilan untuk transformasi pertanian nasional.