JAKARTA, METROSELEBES.COM - Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2025, Indonesia Financial Group (IFG) kembali menegaskan komitmennya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peningkatan literasi keuangan, khususnya di sektor non-bank seperti asuransi dan penjaminan.
Melalui lembaga think tank-nya, IFG Progress, IFG menggulirkan program Campus Visit yang telah menyentuh 13 universitas ternama di Indonesia.
Baca Juga: Pilkada Ulang Tak Kunjung Usai, Anggaran Negara Terancam Terkuras!
Program ini berhasil menjangkau lebih dari 1.500 mahasiswa dengan materi seputar manajemen keuangan pribadi dan pemahaman risiko keuangan.
“Mahasiswa sebagai generasi muda ini harus paham bagaimana caranya mengelola uang beserta risiko-risikonya, apalagi sekarang ini marak instrumen keuangan digital,” ujar Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, Selasa (6/5/2025).
Komitmen IFG tersebut juga didukung data dari Insurance Literacy Survey yang digelar IFG Progress sepanjang 2022-2023 terhadap 1.263 responden berusia 18-25 tahun dari sembilan universitas.
Hasilnya menunjukkan bahwa pemahaman terhadap produk asuransi masih rendah, dengan hanya 33 persen responden yang mengetahui dan hanya 8 persen yang memiliki produk asuransi.
Baca Juga: Usulan dan Penetapan Status Kepegawaian ASN Kini Bisa Lewat SIASN, Tak Perlu Lagi ke Kantor BKN
Sementara itu, data OJK dan BPS melalui Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024 menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia usia 18-50 tahun telah meningkat, meski kesadaran terhadap sektor non-bank masih minim.
Denny menambahkan, IFG akan terus memperluas jangkauan edukasi keuangan demi menciptakan generasi muda yang cakap finansial dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.
Baca Juga: Vasektomi Jadi Syarat Bansos? DPD RI: Kebijakan Tak Manusiawi, Langgar HAM dan UU Kesehatan
Sebagai holding BUMN sektor asuransi dan penjaminan, IFG juga berkomitmen menghadirkan solusi keuangan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“IFG selalu berkomitmen membantu OJK dalam mendorong literasi keuangan, terutama di kalangan generasi muda,” pungkasnya. ***