METRO SELEBES.COM- Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, bersama dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, baru-baru ini melakukan diskusi untuk meningkatkan kemudahan layanan bagi jemaah haji Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung selama satu setengah jam ini membahas kemudahan layanan bagi jemaah haji Indonesia.
Diskusi ini menjadi bagian integral dari komitmen bersama Indonesia dan Arab Saudi untuk memastikan pengalaman haji yang aman, dan nyaman, bagi jutaan jemaah yang datang setiap tahunnya.
Baca Juga: Meraih Puncak! Inilah Panduan dan Persyaratan Kemenag Gelar Penyuluh Agama Islam Award 2024
“Tentu kita bersyukur, negara Indonesia yang mendapatkan keistimewaan dari Kerajaan Arab Saudi sehingga datangi begitu banyak delegasi yang dipimpin langsung oleh Pak Menteri Haji dan Umrah,” kata Menag Yaqut.
Sejumlah layanan yang memudahkan akan diperoleh jemaah haji Indonesia. Misalnya, layanan fast track di tiga bandara, yaitu: Bandara Soekarno – Hatta, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Djuanda Surabaya.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kemudahan perjalanan haji dan umrah yang telah diberikan Kerajaan Arab Saudi kepada umat muslim di Indonesia,” ungkap Yaqut.
Ke depan, Menag berharap Kerajaan Arab Saudi dapat memfasilitasi dan memberikan solusi terkait keterbatasan ruang di Muzdalifah dan Mina.
Baca Juga: Agar Menjadi Perhatian Bagi Semua, Polda Metro: Menang-Kalah Pada Judi Online Sudah Diatur Pengelola
“Kami berharap dukungan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terkait ruang di Musdalifah dan Mina yang sangat terbatas. Kami juga berharap ada sinergi platform haji antara Indonesia dengan Arab Saudi,” ujar Yaqut lagi.
Ia juga menyampaikan, Indonesia akan mengikuti aturan haji dan umrah yang ditetapkan pemerintah Saudi, termasuk terkait penggunaan visa.
“Bagi travel dan biro perjalanan yang memberangkatkan jemaah harus menggunakan visa resmi. Pasti akan ada tindakan tegas dari kerajaan Artab Saudi bila travel dan biro perjalanan tidak mengikuti aturan resmi begitu juga dari Kementerian Agama akan memberikan sanksi tegas bagi perjalanan tersebut,” ujar Yaqut.
Hal senada diungkapkan Menteri Haji dan Umrah Saudi Tawfiq Al-Rabiah. "Kunjungan bilateral kami ini untuk memastikan layanan yang akan diberikan Kerajaan Arab Saudi khususnya kepada jemaah haji Indonesia. Kami di Kerajaan Arab Saudi merasa tersanjung melayani jemaah haji terutama jemaah dari Indonesia dan kami berharap para jemaah mendapat pelayanan terbaik," kata Menhaj Tawfiq F Rabiah.
Ia menyampaikan, Kerajaan Arab Saudi sudah membuat aturan yang memudahkan jemaah seperti visa dan smartcard kepada jemaah. “Jadi jemaah yang bisa melaksanakan ibadah haji adalah jemaah yang memiliki visa haji resmi dari Pemerintah Arab Saudi,” sambungnya.
Artikel Terkait
Menpan RB Dorong Pendaftaran CASN Segera Dibuka Instansi Diminta Kebut Isi Rincian Formasi
Presiden Joko Widodo Hadiri Acara Penyerahan Sertipikat untuk Rakyat Banyuwangi di GOR Tawang Alun
Rekrutmen CPNS 2024 Segera Dibuka Simak Disini Jadwal, Syarat, dan pendaftarannya
Agar Menjadi Perhatian Bagi Semua, Polda Metro: Menang-Kalah Pada Judi Online Sudah Diatur Pengelola
Meraih Puncak! Inilah Panduan dan Persyaratan untuk Kemenag Gelar Penyuluh Agama Islam Award 2024