METROSELEBES – Perjalanan dari Kota Balikpapan menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibukota Nusantara (KIPP IKN) memang masih melelahkan.
Untuk sampai di Titik Nol IKN, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar dua jam lebih. Belum lagi, suhu yang terik disertai debu membuat perjalanan agak menguras tenaga.
Guna mempercepat akses konektivitas dari dan menuju kawasan IKN, Kementerian PUPR meningkatkan dan menggenjot pembangunan jalan tol IKN sebagai akses masuk utama.
Jalan tol yang akan dihubungkan dengan Jalan Tol Balikpapan Samarinda ini dianggap mampu mempersingkat waktu tempuh dari dan menuju IKN.
Dengan jalan tol ini, rute Balikpapan – IKN bisa ditempuh dalam waktu 30 – 45 menit.
Bahkan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meminta agar pembangunan jalan tol IKN dibedakan dengan pembangunan jalan tol lain di Indonesia.
Sebagai daerah yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia, jalan tol IKN harus lebih baik secara kualitas dibandingkan jalan tol lainnya.
Baca Juga: Ribuan Formasi CASN Dari 2 Kementrian Ini Wajib Kamu Tahu. Nomor 2 Recomended Banget !
“Perhatikan dan pastikan kualitas jalan dan lingkungan sekitarnya, termasuk tanaman juga harus berbeda dengan yang selama ini sudah ada,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir dari situs Kementerian PUPR.
Selain mempercepat waktu pelaksanaan pembangunan, Basuki juga meminta penambahan drainase pada badan jalan tol IKN.
Terkait dengan pembangunan Jalan Tol IKN ini, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian menerangkan bahwa pembangunan jalan tol IKN di Karang Joang - KKT Kariangau - Simpang Tempadung - Jembatan Pulau Balang dilaksanakan lebih duluan.
Hal ini dilakukan karena pekerjaannya terdapat pembangunan jembatan.
“Nanti akan tersedia 4 hingga 6 lajur untuk sampai ke IKN. Kami ingin pada 2024 nanti perjalanan menuju IKN sudah menggunakan jalan tol,” tegasnya.
Perlu diketahui, pembangunan Jalan Tol IKN saat ini sudah memasuki tiga seksi.