METROSELEBES- Keputusan awal pemerintah Indonesia dengan pejabat Kepulauan Riau bahwa Pulau Rempang harus dikosongkan pada 28 September 2023 mendatang.
Belasan ribu warga setempat akan direlokasi.
Bila keputusan bersama pemerintah ini dilaksanakan, maka kondisi Pulau Rempang mirip dengan Kota Palu Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu.
Sekitar pukul 18.00 WITA, masyarakat Kota Palu dikejutkan dengan goncangan gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,4 SR.
Orang-orang berlarian ke luar rumah. Tak lama berselang, warga dengan pakaian yang telah basah berlari kencang mencoba menyelamatkan diri.
"Air naik, air laut naik," teriak mereka.
Warga yang sebelumnya merasa aman di tempat pengungsian bertambah kuatir. Bahkan mereka tidak percaya dengan kejadian air laut naik yang disebut tsunami. Sebab, Kota Palu adalah kota teluk yang dikelilingi gunung di kiri dan kanannya.
"Tsunami, tsunami.., " teriak warga sambil berlari.
Orang-orang kemudian berlarian menuju perbukitan agar selamat.
Listrik padam dan jaringan telpon terputus. Para pengungsi yang berada di daerah bukit menghadapi persoalan baru. Mereka lapar karena jam makan malam tiba.
Kepanikan nampak jelas di wajah-wajah para pengungsi.
Mereka mengkuatirkan keselamatan sanak saudaranya yang tinggal di dekat pantai. Apalagi di hari itu, ada acara besar yang dihelat pemerintah kota yang lokasinya tepat di pinggir pantai.