BKGN 2026 Tak Lagi Sekadar Sikat Gigi, FKG dan RSGM Bergerak ke Pesantren hingga Komunitas Ibu

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Jumat, 18 September 2026 | 15:00 WIB
BKGN 2026 resmi dimulai dengan menggerakkan 29 FKG dan RSGM Pendidikan dwmi memperluas edukasi kesehatan gigi hingga sekolah, pesantren, komunitas ibu. (Dok.BGKN)
BKGN 2026 resmi dimulai dengan menggerakkan 29 FKG dan RSGM Pendidikan dwmi memperluas edukasi kesehatan gigi hingga sekolah, pesantren, komunitas ibu. (Dok.BGKN)

Inti berita:

BKGN 2026 memperluas gerakan kesehatan gigi

• Melalui jejaring FKG dan RSGM Pendidikan

• Target 29 wilayah dengan sasaran komunitas

• Mengedukasi keseimbangan microbiome mulut 

 

METROSELEBES.com, JAKARTA - Suasana SDN Menteng 01 Jakarta berubah menjadi titik awal gerakan kesehatan gigi berskala nasional, Kamis (17/9/2026). Dari sekolah itu, Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 resmi dimulai setelah Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono membuka kick-off yang memasuki penyelenggaraan ke-17.

Gerakan tahun ini tidak hanya berbicara soal kebiasaan menyikat gigi. Kementerian Kesehatan, Unilever Indonesia melalui Pepsodent, PB PDGI, Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), serta Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) mendorong edukasi dan pencegahan agar masyarakat tidak menunggu sakit sebelum memeriksakan kesehatan gigi. Dante menegaskan pemeriksaan gigi kini juga menjadi bagian dari program Cek Kesehatan Gratis, termasuk bagi anak sekolah.

Baca juga: Pakar Jepang Ungkap Banjir Tak Bisa Dilawan dengan Tanggul Saja, Unhas Soroti Pengaman Berlapis 

Dari kampus dan rumah sakit, gerakan itu selanjutnya diarahkan lebih dekat ke komunitas. AFDOKGI dan ARSGMPI menggerakkan jejaring 29 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan RSGM Pendidikan di berbagai daerah, dengan rangkaian kegiatan terutama berlangsung Oktober hingga Desember 2026. Pesantren, anak-anak, remaja, keluarga, hingga komunitas ibu menjadi sasaran agar pengetahuan kesehatan gigi tidak berhenti di ruang akademik.

Baca juga: Rencana Pelantikan HPMM Cabang Bungin Didorong Pendiri, Ditargetkan Akhir September 2026

Ketua ARSGMPI Dr. drg. A. Tajrin, M.Kes., Sp.B.M.M., Subsp.C.O.M(K), mengatakan FKG dan RSGM Pendidikan merupakan satu ekosistem yang saling menguatkan. “FKG dan RSGM Pendidikan tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan satu ekosistem pendidikan dan pelayanan kesehatan gigi,” ujarnya. Menurutnya, kekuatan akademik, tenaga profesional, peserta didik, serta fasilitas pelayanan dapat dimanfaatkan bersama untuk memperluas manfaat kepada masyarakat.

Baca juga: RSGM Pendidikan Ditantang Naik Kelas, ARSGMPI Tunjuk A. Tajrin Pimpin Periode 2026-2029 

Ada pula pesan kesehatan yang mulai diperkenalkan lebih luas dalam BKGN tahun ini, yakni pentingnya menjaga keseimbangan microbiome mulut. Ketua AFDOKGI Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. menjelaskan rongga mulut merupakan ekosistem kompleks yang dihuni lebih dari 700 spesies mikroorganisme. Artinya, perawatan tidak semata-mata bertujuan menghilangkan seluruh bakteri, tetapi menjaga keseimbangan agar mikroorganisme yang berpotensi merugikan tidak mendominasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X