Inti berita:
• Pengeboran Formasi Durupinar terhenti setelah mata bor patah saat mencapai material sangat keras.
• Temuan GPR dan dugaan struktur tiga lapisan kembali memunculkan spekulasi tentang lokasi Bahtera Nabi Nuh.
• Penjelasan geologi dan hasil laboratorium masih menjadi penentu.
METROSELEBES.com, TURKI – Mesin pengeboran itu seharusnya terus bekerja hingga menembus kedalaman 18 meter. Namun, baru sekitar 4 hingga 5 meter masuk ke bawah permukaan Formasi Durupinar, Turki Timur, mata bor justru patah setelah menghantam lapisan material yang disebut sangat keras.
Kejadian tersebut menjadi perhatian tim peneliti yang tengah menyelidiki formasi batuan berbentuk menyerupai kapal tersebut. Kawasan Durupinar selama puluhan tahun dikaitkan dengan dugaan lokasi Bahtera Nabi Nuh, meski sampai kini belum ada bukti ilmiah yang diterima secara luas untuk memastikan klaim tersebut.
Baca juga: 25 Tahun Farmasi UMI Menjaga Jejak Keilmuan dan Menatap Masa Depan
Andrew Jones, pendiri Noah's Ark Scans, mengatakan material yang dihantam mata bor memiliki tingkat kekerasan berbeda dibanding batuan kapur di sekitarnya. “Apapun yang ditabrak oleh bor inti itu, materialnya jauh lebih keras daripada batuan kapur di sekitarnya,” kata Jones dalam keterangan yang dikutip dari Gl
Pengeboran itu merupakan bagian dari penelitian yang melibatkan Prof. Dr. Cenker Atila dari Sivas Cumhuriyet University bersama Noah's Ark Scans. Sampel inti diambil untuk mengetahui karakter lapisan bawah permukaan dan mencari petunjuk apakah terdapat struktur atau material yang berbeda dari formasi geologi di sekitarnya.
Petunjuk lain dicari melalui teknologi Ground Penetrating Radar atau GPR. Pemindaian tersebut dilaporkan memperlihatkan sejumlah anomali berupa garis linier, persimpangan bersudut serta indikasi ruang bawah tanah. Tim juga menggunakan robot yang disebut Gopher untuk membantu mengamati bagian yang sulit dijangkau secara langsung.
Yang membuat temuan itu semakin menarik adalah dugaan adanya tiga lapisan struktur vertikal di bawah permukaan. Para peneliti menghubungkan pola tersebut dengan gambaran tiga tingkat Bahtera Nabi Nuh dalam teks-teks keagamaan. Namun, hubungan itu masih berupa interpretasi penelitian dan belum dapat diperlakukan sebagai bukti bahwa struktur tersebut merupakan bahtera.
Baca juga: HT Jadi Tersangka, Kortastipidkor Dalami Peran Pihak Lain dan Buka Peluang Tersangka Baru
Artikel Terkait
HT Jadi Tersangka, Kortastipidkor Dalami Peran Pihak Lain dan Buka Peluang Tersangka Baru
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, PDIP Kehilangan Sosok Seniman dan Pejuang Partai
Operasi Maraton DVI KM Virgo Transport 8, 25 Jenazah Berhasil Diidentifikasi
15 Bank Rontok, OJK Bongkar Penyebab hingga Mekanisme Pengembalian Dana Nasabah
25 Tahun Farmasi UMI Menjaga Jejak Keilmuan dan Menatap Masa Depan