Manajemen Adidas juga menyatakan mengakui kekhawatiran yang disampaikan publik dan menanggapi masukan tersebut secara serius.
Di sisi lain, perusahaan asal Jerman itu menegaskan komitmennya terhadap inklusi dan menyebut layanan Single Shoe sebagai bagian dari upaya memperluas akses olahraga bagi masyarakat dengan kebutuhan berbeda. Layanan tersebut diperkenalkan di Eropa pada awal 2026 dan kini diperluas ke sejumlah wilayah, termasuk Asia dan Timur Tengah. (*)
(Ali/Mrt)
Artikel Terkait
PMII Maros Pertanyakan Studi Tiru DPRD di Tengah Keluhan Air Bersih Warga Pesisir
Rp3 Miliar Menanti Peraih Emas Asian Games 2026, Ini Pesan Prabowo untuk Atlet Indonesia
CCTV Bongkar Kejanggalan Kecelakaan Nur Syfa di Cirebon, Alumni Terbaik Untad Angkatan 2020
Antrean BBM Mengular, DPRD Sulsel Tagih Langkah Nyata, Pertamina Buka Suara
Ratusan Buruh Kepung DPRD Sulsel, Cicu Tegaskan Kelangkaan LPG Makassar Sudah Ditelusuri