Inti berita:
Rumah Makan Rakyat di Tamalanrea, Makassar, membagikan 100 porsi makan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan melalui dukungan donatur, relawan, dan komunitas Pesantren Bisnis Indonesia.
METROSELEBES.com, MAKASSAR — Menjelang tengah hari, antrean mulai terbentuk di sebuah rumah makan sederhana di kawasan Tamalanrea, Makassar. Pengemudi ojek online, tukang bangunan, mahasiswa hingga warga sekitar datang silih berganti. Mereka bukan pelanggan yang membawa uang, melainkan penerima manfaat dari program makan gratis yang disediakan setiap hari.
Rumah Makan Rakyat (RMR) yang berada di Jalan Bung, tepat di sisi kiri setelah gerbang Perumahan Bung Permai, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, membagikan sekitar 100 porsi makanan gratis setiap hari, kecuali pada Ahad dan hari libur. Program tersebut berada di bawah naungan Pesantren Bisnis Indonesia (PBI).
Dari Ramadhan ke Rumah Makan Rakyat
Pengelola RMR Makassar, Dedi Suardi, mengatakan program itu berawal dari kegiatan berbagi makanan saat bulan Ramadhan pada Maret lalu. Awalnya, makanan dibagikan langsung kepada warga yang membutuhkan, namun antusiasme masyarakat mendorong para relawan untuk melanjutkannya dalam bentuk dapur umum yang beroperasi secara rutin.
“Awalnya kami berbagi makanan saat bulan puasa. Seiring waktu, kami memutuskan untuk melanjutkannya dengan membuka dapur umum untuk rakyat. Ini bagian dari ikhtiar berbagi rezeki kepada sesama merujuk pada dasar Alquran dan sunnah,” kata Dedi kepada METROSELEBES.com, Rabu (24/6/2026).
Baca juga: Titik Dapur MBG Diduga Jadi Ladang Bisnis, Kejagung Ungkap Transaksi hingga Rp100 Juta per Lokasi
Menurutnya, program tersebut menjadi wujud nyata kepedulian para anggota Pesantren Bisnis Indonesia yang menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membantu masyarakat. Selain itu, operasional rumah makan juga ditopang oleh donasi sukarela dari berbagai kalangan yang ingin ikut berkontribusi.
Dedi mengungkapkan dukungan masyarakat terus mengalir. Warga sekitar kerap datang membawa bantuan berupa beras, telur, ikan kering hingga kebutuhan dapur lainnya. Di sisi lain, pengelolaan rumah makan lebih banyak mengandalkan tenaga relawan, sementara tenaga yang menerima upah hanya juru masak dengan honor sekitar Rp1 juta per bulan.
Baca juga: Usai Bertemu Wapres, BEM FH UBK Diguncang Polemik Internal, Pengakuan Soal Uang Jadi Pemicu
Artikel Terkait
Usai Soroti Dugaan Korupsi, Delapan Media Dilanda Serangan Siber Massif
Usai Bertemu Wapres, BEM FH UBK Diguncang Polemik Internal, Pengakuan Soal Uang Jadi Pemicu
Kolaborasi Unhas-Kejati Sulsel, Perkuat Kapasitas Jaksa dan Jaga Proyek Kampus Tetap di Jalur Hukum
Titik Dapur MBG Diduga Jadi Ladang Bisnis, Kejagung Ungkap Transaksi hingga Rp100 Juta per Lokasi
Buron Hampir Dua Pekan, Taufik Hidayat Akhirnya Ditangkap, Korban Penganiayaan Mulai Pulih di Rumah Sakit