Baca juga: Telepon Mensesneg di Toilet Senayan Jadi Awal Purbaya Tahu Nasibnya sebagai Menkeu
Peristiwa ini menambah daftar ancaman terhadap warga sipil yang bekerja dan melakukan perjalanan di jalur pedalaman Papua Pegunungan. Aris bukan anggota kelompok bersenjata, melainkan sopir yang menjalankan aktivitas transportasi di jalur Wamena–Mbua. Sementara itu, kelompok TPNPB Kodap III Ndugama Derakma melalui juru bicaranya mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
Baca juga: Skandal Biksu Senior Thailand Terbongkar, Dugaan Seks dan Dana Rp114 Miliar Disita Polisi
Kabar kematian Aris juga memicu duka di kalangan masyarakat Toraja. Jenazah selanjutnya ditangani untuk proses identifikasi dan pemulangan kepada keluarga. Peristiwa ini sekaligus kembali menyoroti persoalan keamanan di jalur transportasi yang menjadi akses penting bagi masyarakat dan distribusi kebutuhan menuju wilayah pedalaman Papua Pegunungan. (*)
(Mon/Ris)