Inti berita:
• Polda Sulsel mengungkap 10 perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan 17 tersangka,
• Pertamina memastikan stok BBM di Sulsel aman dan memperkuat distribusi untuk mengurai antrean.
METROSELEBES.com, MAKASSAR – Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU Makassar dalam beberapa hari terakhir ternyata bukan hanya soal panjangnya barisan di jalur pengisian. Di tengah keresahan warga, aparat kepolisian justru menemukan persoalan lain yang ikut mengiringi distribusi BBM bersubsidi, yakni praktik penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM.
Situasi itu mendorong Polda Sulawesi Selatan bersama jajaran Polres memperketat pengawasan di SPBU sekaligus membuka kembali sejumlah hasil penindakan. Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkap, polisi telah menangani 10 perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan total 17 tersangka pada periode Agustus–September 2024.
Baca juga: Antrean BBM Km di BTP Makassar Bikin Heboh, Warga Bongkar Fakta di Balik Video Drone
Langkah penindakan tersebut menjadi salah satu pengaman di tengah munculnya spekulan dan penjual BBM dadakan saat antrean terjadi. Djuhandhani mengatakan, personel Polda dan Polres diturunkan untuk melakukan pengamanan di SPBU selama 24 jam. Menurutnya, tindakan itu sekaligus untuk mencegah berbagai pelanggaran yang berpotensi muncul ketika masyarakat kesulitan mendapatkan BBM.
“Dampak dari situasi ini menimbulkan munculnya spekulan-spekulan. Ada penjual BBM dadakan dan lain sebagainya,” kata Djuhandhani dalam konferensi pers di Aula Mappaodang Mapolda Sulsel, Senin (14/9/2026).
Bukan hanya menjaga SPBU, polisi juga menyasar aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Djuhandhani menyebut pengungkapan kasus dilakukan setelah muncul informasi dari masyarakat, tokoh pemuda hingga media mengenai dugaan pelanggaran dalam pengangkutan maupun perdagangan BBM bersubsidi. Ia menegaskan, pengawasan tersebut sebenarnya telah dilakukan sebelum persoalan antrean mencuat.
Pada sisi lain, Pertamina memastikan persoalan antrean tidak disebabkan oleh kosongnya pasokan. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar menyatakan stok BBM dan LPG di Sulsel masih mencukupi. Pertamina pun menambah armada mobil tangki, memperpanjang operasional terminal dan SPBU hingga 24 jam, serta menambah personel operator guna mempercepat pelayanan.
Baca juga: Marquez Bersaudara Menggila di Misano, Tangis Haru Julia Pecah Saat Ducati Rayakan Kemenangan
Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan koordinasi bersama Pemprov Sulsel, Dishub, TNI dan kepolisian. Djuhandhani menyebut antrean kendaraan mulai berkurang sejak akhir pekan setelah pengendalian dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI dan Pertamina. Dengan pengawasan aparat dan penambahan distribusi, pemerintah berharap persoalan antrean tidak kembali menjadi ruang bagi spekulan maupun praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi. (*)