hukum-kriminal

Pelimpahan Don Ritto ke Kejagung Dijaga Ketat, Kehadiran Puluhan Prajurit TNI Tuai Sorotan Publik

Kamis, 23 Juli 2026 | 10:57 WIB
Pelimpahan tersangka korupsi dan TPPU Don Ritto ke Kejaksaan Agung berlangsung dengan pengamanan ketat, puluhan personel TNI ikut disorot . (Dok.Instagram@bhineka.id)

Inti berita:

• Pelimpahan tersangka dugaan korupsi dan TPPU Don Ritto dari Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Agung berlangsung dengan pengamanan ketat,

• Kehadiran puluhan personel TNI memicu perhatian publik dan DPR meminta masyarakat menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang.

 

MetroSelebes.com, JAKARTA – Menjelang pergantian hari, suasana di Markas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya tampak berbeda dari biasanya. Aktivitas aparat berlangsung lebih intens, sementara pengamanan diperketat di sejumlah titik. Di tengah proses hukum yang menyita perhatian publik, kehadiran puluhan personel TNI bersama jaksa memunculkan beragam spekulasi sebelum akhirnya dipastikan berkaitan dengan proses pelimpahan tersangka dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas nama Don Ritto ke Kejaksaan Agung.

Proses pelimpahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tahapan penegakan hukum setelah berkas perkara dinyatakan lengkap. Selain tersangka, penyidik juga menyerahkan barang bukti yang disebut memiliki nilai sangat besar. Penanganan perkara ini merupakan hasil koordinasi antara penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Baca juga: Skandal Makan Bergizi Gratis Makin Panas! Nama Eks Kepala BGN Nanik Deyang Masuk Radar Kejagung 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa seluruh proses administrasi direncanakan dirampungkan setelah pelaksanaan salat Jumat. Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor D. Mackbon memastikan pelimpahan tersangka dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku dan mendapat pengamanan untuk menjamin kelancaran proses.

Di sisi lain, munculnya puluhan personel TNI di lingkungan Polda Metro Jaya memantik perhatian masyarakat. Berbagai spekulasi sempat berkembang di ruang publik mengenai alasan kehadiran aparat berseragam tersebut. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang menyebut adanya keterkaitan di luar kepentingan pengamanan dan kelancaran proses pelimpahan perkara.

Baca juga: Tanpa Seremoni, Kuntadi Resmi Nahkodai Jampidsus, Ujian Besar Menanti di Kejagung 

Menanggapi berkembangnya berbagai informasi, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Menurutnya, publik sebaiknya menunggu penjelasan resmi dari institusi yang berwenang agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

"Kita perlu menyikapi informasi secara objektif dan mengacu pada fakta yang telah dikonfirmasi oleh institusi berwenang," kata Dave Laksono. Komisi I DPR juga mendorong pemerintah memberikan penjelasan resmi apabila diperlukan guna menghindari munculnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Baca juga: Kocok Ulang Kursi BGN: Nanik Deyang Mundur Akibat Jantung, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan Demi Urus Piring Makan Gratis!

Kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menjerat Don Ritto kini memasuki babak baru dengan dilaksanakannya pelimpahan ke Kejaksaan Agung. Proses tersebut menjadi penanda berlanjutnya penanganan perkara ke tahap penuntutan, sementara perhatian publik masih tertuju pada perkembangan penyidikan, nilai barang bukti yang disita, serta penjelasan resmi terkait pengamanan yang melibatkan personel TNI dalam proses tersebut. (*)

Halaman:

Tags

Terkini