Belajar dari Tragedi Lingkar Walangsi, Luka Remaja di Tengah Konflik Keluarga yang Berujung Maut

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Rabu, 2 September 2026 | 10:12 WIB
Tragedi Lingkar Walangsi mengungkap dampak konflik keluarga terhadap psikologi remaja hingga berujung perkara maut.(Dok.Threads@anonim)
Tragedi Lingkar Walangsi mengungkap dampak konflik keluarga terhadap psikologi remaja hingga berujung perkara maut.(Dok.Threads@anonim)

Tragedi ini akhirnya menjadi pengingat bahwa konflik rumah tangga, termasuk persoalan poligami maupun perpecahan keluarga, seharusnya tidak menempatkan anak sebagai pelindung, pembela, atau alat dalam pertarungan emosional orang dewasa.

Baca juga: Ironi Pelabuhan Pamatata: Terminal Atas Mulai Digital, Ruang Tunggu Bawah Justru Rusak dan Kotor 

Satu peristiwa telah meninggalkan kehilangan bagi keluarga korban sekaligus masa depan yang berubah bagi seorang remaja. Karena itu, pencegahan sejak dini melalui komunikasi, pendampingan keluarga, dan akses terhadap bantuan psikologis menjadi bagian penting agar luka batin anak tidak berubah menjadi tragedi baru. (*)

(Has/Man)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X