“Anak yang tak sekolah berpotensi disusupi narasi intoleransi. Karena itu, kami mendukung penuh langkah Pemprov Sulawesi Tengah yang memastikan tak ada anak tertinggal pendidikan. Membangun karakter moderat harus dimulai dari akses pendidikan yang adil dan bermakna,” kata Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu itu.
Hari Pendidikan Nasional dimaknai FKPT sebagai momen strategis untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat luas.
Tujuannya adalah membangun generasi muda yang cerdas secara akademik dan emosional, damai dalam keberagaman, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman. ***