Inti berita:
• Survei CELIOS menjadi peringatan bahwa kemenangan politik tidak menjamin dukungan berulang.
• Kinerja pemerintahan akan menjadi salah satu faktor penting menjelang Pilpres 2029.
METROSELEBES.com, JAKARTA — Kemenangan dalam Pilpres tidak otomatis menjamin dukungan bertahan. Survei CELIOS menjadi pengingat bagi Presiden Prabowo Subianto bahwa kepercayaan pemilih perlu dijaga melalui kinerja pemerintahan.
Dalam laporan Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran, CELIOS mencatat 55 persen responden yang sebelumnya memilih Prabowo tidak ingin memilihnya kembali pada Pilpres 2029. Sebanyak 27 persen masih mendukung, sedangkan 19 persen belum menentukan pilihan.
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menyampaikan temuan tersebut dalam peluncuran laporan secara virtual, Minggu (11/10/2026). Hasil ini menunjukkan potensi perubahan dukungan, meski alasan di balik pilihan responden belum terurai secara terperinci.
Baca juga: Ganjar Unggul dalam Survei 2021, Mengapa Justru Kalah dari Prabowo di Pilpres 2024?
Penilaian kinerja Prabowo mendapat skor 2,8 dari skala 10 berdasarkan penilaian ahli dan 4,6 berdasarkan penilaian masyarakat. Survei terhadap 1.122 responden itu juga mencatat 75 persen merasa stres akibat dampak kebijakan pemerintah.
Meski demikian, hasil survei bukan vonis politik. Dukungan pemilih masih dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi, pelaksanaan program pemerintah, dan kemampuan pemerintah merespons aspirasi masyarakat. Tanpa data pembanding, arah perubahan dukungan belum dapat dipastikan.
Baca juga: Anniversary Wali Kesorga ke-10, Senam dan Kebersamaan Warnai Perayaan di Villa Matazka
CELIOS juga menemukan 38 persen responden menginginkan calon presiden yang bukan kader partai politik. Publik turut menekankan pentingnya pemimpin yang mendengarkan aspirasi rakyat, menjunjung demokrasi, dan berkomitmen memberantas korupsi.
"Prabowo dan mesin politiknya, termasuk partai pengusung dan koalisi harus benar-benar solid jika ingin menang di Pilpres 2029, saya kira ini tidak mudah, dan disitulah dinamika politik berkembang, akan ada yang datang, dan pergi," ujar aktivis PENA 98, Hasbi L.
Baca juga: Mahfud MD Soroti Dokumen Pendidikan Gibran, Diduga Ada Kejanggalan Administrasi