Namun, berdasarkan informasi BMKG yang dicantumkan dalam laporan saat itu, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Peristiwa itu berbeda dari klaim mengenai gempa M 8,5 yang kini beredar.
BMKG menegaskan masyarakat perlu membedakan informasi kebencanaan resmi dengan kabar yang belum terverifikasi. Warga diimbau mengikuti pembaruan melalui kanal resmi BMKG. (*)
(Ris/Tif)