Karena itu, pemantauan terhadap cuaca, titik panas, dan kondisi lahan tetap dilakukan. Operasi Modifikasi Cuaca disebut terus dioptimalkan hingga 14 September 2026 untuk mendukung upaya penanganan karhutla. Hujan kali ini menjadi kabar baik bagi warga dan pejuang karhutla, tetapi kewaspadaan tetap menjadi pengaman terakhir agar api tidak kembali mengambil alih kawasan yang baru saja diguyur hujan. (*)
(Fir/Ade)
Artikel Terkait
KAHMI Sulsel Uji Gagasan Masa Depan Daerah, Federalisme hingga Otonomi Khusus Jadi Perdebatan
Tiga Terduga Pembobol Gedung Walet Ditangkap di Wajo, Polisi Kejar Satu DPO
Cuaca Ekstrem Mengintai, Sumut Siaga Hujan Lebat hingga Angin Kencang Mengancam Belasan Provinsi
CCTV Tersembunyi Bongkar Dugaan Asusila Oknum Kepsek dan Guru di Pekalongan, Disdikbud Langsung Bertindak
Breaking News: Mahasiswi Kehutanan Unhas Syafitri Santoso Meninggal, Diduga Kecelakaan Sepulang Kegiatan