Kisah Guru SD Terpencil di Sulteng Berjuang agar Murid Bisa Ikut Karnaval HUT RI ke-81

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:16 WIB
Perjuangan SD terpencil di Sulteng mengikuti pawai 17-an. (Instagram/rskdrian)
Perjuangan SD terpencil di Sulteng mengikuti pawai 17-an. (Instagram/rskdrian)

Inti berita:

• Seorang Guru SDK Terpencil Ogolau, Parigi Moutong, Sulteng, berjuang memenuhi kebutuhan murid agar dapat mengikuti karnaval HUT ke-81 RI di Kecamatan Tinombo.

 

METROSELEBES.com, PARIGI MOUTONG - HUT RI ke-81 memang telah berlalu. Namun, dari pelosok Ogolau, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tersisa sebuah kisah tentang perjuangan sederhana yang bermakna.

Sehari sebelum karnaval digelar, seorang guru masih sibuk mencari perlengkapan untuk anak didiknya. Bagi siswa di sekolah terpencil itu, mengikuti pawai kemerdekaan bukan sekadar tampil mengenakan seragam dan berjalan bersama, melainkan kesempatan untuk merasakan kemeriahan HUT RI seperti anak-anak sekolah lainnya.

Baca juga: Island Battle Royal: Saat Pulau Terpencil Berubah Menjadi Arena Permainan Maut Akiyoshi Rikako 

Momen itu dibagikan seorang guru dari SD Kecil (SDK) Terpencil Ogolau, Kabupaten Parigi Moutong. Melalui unggahan Instagram @rskdrian, ia memperlihatkan rangkaian persiapan murid-muridnya sebelum mengikuti karnaval di Kecamatan Tinombo. “Di balik layar anak-anak hebat ibu guru ikut meramaikan peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Tinombo,” tulisnya dalam unggahan tersebut, dikutip Selasa (18/8/2026).

Bagi sekolah tersebut, kesempatan ikut karnaval menjadi pengalaman yang membahagiakan. Sang guru mengatakan keikutsertaan itu terasa istimewa karena sekolah di daerah terpencil membutuhkan lebih banyak tenaga dan biaya untuk mengikuti kegiatan yang mungkin dianggap biasa oleh sekolah lain.

Baca juga: 8 Tuntutan BEM UI dalam Demo di Bundaran HI: Desak Hentikan KKN hingga Tolak Intervensi TNI-Polri 

“Alhamdulillah sekolah terpencil bisa ikut meramaikan momentum peringatan kemerdekaan seperti ini,” ungkapnya. Ia mengaku bangga melihat antusiasme anak-anak, terlebih para orang tua murid juga ikut merasakan kebahagiaan ketika sekolah mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan perayaan kemerdekaan.

Persiapan pun dilakukan dengan segala keterbatasan. Sehari sebelum pawai, sang guru masih mencari perlengkapan yang dibutuhkan. “H-1 baru nyadar butuh kaos tangan, minta bantuan netizen Facebook dan langsung ketemu,” tuturnya. Bantuan dari berbagai pihak membuat kebutuhan anak-anak perlahan terpenuhi.

Baca juga: Viral Siswi SD di Mamasa Jalan Kaki 1 Kilometer demi Ikut Upacara, Banjir Apresiasi Warga 

Seragam dan sepatu juga menjadi perhatian. Beberapa murid disebut memiliki seragam yang sudah tidak layak sehingga perlu dilengkapi sebelum tampil. Sang guru bahkan membawa sepatu baru yang merupakan hadiah dari rekannya ke lokasi pada hari pelaksanaan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor yang ikut membantu anak-anak mendapatkan pengalaman yang selama ini tidak mudah mereka rasakan.

Baca juga: Mengharukan! 5 Ton Rendang dari Sumbar Dikirim untuk Korban Gempa NTT, 700 Kg Jadi Pengiriman Perdana 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X