Inti berita:
• Kapolri Suyudi Ario Seto melakukan mutasi terhadap 88 Pati dan Pamen, dengan delapan perwira yang sebelumnya bertugas di BNN mendapat penugasan baru di sejumlah jabatan strategis internal Polri.
METROSELEBES.com, JAKARTA – Tongkat komando baru di tangan Jenderal Pol Suyudi Ario Seto langsung diikuti pergeseran besar di tubuh Polri. Hanya sehari setelah resmi menjabat Kapolri, sebanyak 88 perwira tinggi dan menengah dimutasi, termasuk delapan perwira yang sebelumnya menjalankan penugasan di Badan Narkotika Nasional (BNN).
Perpindahan itu menarik perhatian karena sejumlah nama dari BNN kini kembali mengisi pos-pos penting di internal Polri. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, yang mencakup jabatan strategis di tingkat Mabes Polri hingga kewilayahan.
Baca juga: Bahlil Pegang Dua Kursi Strategis, Pakar Baca Ada Sinyal Pengamanan Politik 2029
Dari delapan perwira tersebut, enam berpangkat brigadir jenderal dan dua lainnya komisaris besar. Brigjen Pol Agus Dwi Hermawan dipercaya sebagai Asisten Logistik Kapolri, Brigjen Pol Dr. Putu Putera Sadana menjadi Wakabareskrim Polri, sedangkan Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan ditugaskan sebagai Kapolda Jawa Tengah.
Nama lainnya yakni Brigjen Pol Dr. Suhermanto yang menempati posisi Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Deni Dharmapala sebagai Asisten SDM Kapolri, serta Brigjen Pol Rachmad Iswan Nusi sebagai Wakapolda Jawa Barat. Sementara itu, Kombes Pol Imron Ermawan mendapat tugas sebagai Ps Dirreskrimum Polda Metro Jaya dan Kombes Pol Didik Hariyanto sebagai Ps Koorspripim Polri.
Baca juga: SMAN 23 Makassar Tegaskan Tak Ada Pungutan AC Kelas X2, Orang Tua Diminta Waspada
Rangkaian rotasi tersebut berlangsung tak lama setelah Suyudi meninggalkan jabatan Kepala BNN yang diembannya sejak 25 Agustus 2026 untuk kemudian dilantik sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026. Dalam konteks organisasi, penempatan personel yang sebelumnya bertugas di BNN itu menjadi bagian dari keseluruhan mutasi 88 Pati dan Pamen yang dilakukan Kapolri baru.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa mutasi tersebut tidak dilepaskan dari kebutuhan organisasi. Menurut dia, rotasi merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus penyegaran agar pelaksanaan tugas kepolisian tetap berjalan berkesinambungan.
Baca juga: Alex Marquez Pecahkan Rekor Motegi, Marc di Tiga Besar Bagnaia dan Ogura Masuk Q1
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Dengan demikian, delapan perwira yang sebelumnya mendapat penugasan di BNN kini kembali memegang sejumlah posisi penting di internal Polri. Bersamaan dengan itu, mutasi perdana Suyudi juga menyentuh sejumlah jabatan utama lain, termasuk Kabareskrim, Kabarhakam, Kadensus 88, serta sejumlah posisi Kapolda. Polri menyebut keseluruhan pergeseran tersebut sebagai bagian dari kebutuhan organisasi dan pengembangan karier personel. (*)