Dalam salah satu wawancaranya bersama media Spanyol, Antony mengatakan:
"Saya tidak ingin membuktikan apa-apa kepada Manchester United. Saya hanya ingin membuktikan bahwa saya masih pantas berada di level tertinggi. Saya belajar dari masa sulit itu, dan saya lebih kuat sekarang."
Penutup: Dari Cemooh Menjadi Sorak Sorai
Hari ini, nama Antony dielu-elukan oleh fans Real Betis. Kaos dengan namanya laris di toko resmi klub. Setiap golnya disambut riuh di Benito Villamarín, dan setiap langkahnya kembali membuat lawan ketar-ketir. Ia mungkin "gagal" di mata Premier League, tapi di La Liga — ia menemukan rumah baru, tempat di mana bakat dan keberaniannya kembali dihargai.
Sisi lain dari Antony bukan tentang kegagalan, tapi tentang keberanian untuk bangkit. Dan di usia 25 tahun, kisahnya belum selesai. Justru baru dimulai.