nasional

IHSG Terkoreksi ke Level 7.894 Usai BI Pangkas Suku Bunga, Saham Jumbo Ikut Melemah

Kamis, 21 Agustus 2025 | 11:31 WIB
Ilustrasi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis, 21 Agustus 2025. (Foto : Unsplash.com/NicholasCappello)

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis, 21 Agustus 2025. Tekanan jual muncul setelah Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat dibuka di posisi 7.903,29. Namun, pada pukul 09.05 WIB, indeks langsung terkoreksi 0,62 persen ke level 7.894,25.

Sepanjang awal sesi, IHSG bergerak di kisaran 7.887,21 hingga 7.991,90, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp14.199 triliun.

Baca Juga: Seskab Teddy Dan Menpora Dito Matangkan Persiapan Merdeka Run 8.0, Start-Finish Di Istana Merdeka

Sejumlah saham unggulan ikut terkena imbas. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) ambruk hingga 15 persen, sementara saham perbankan besar juga melemah. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 0,81 persen, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terkoreksi 0,24 persen.

Padahal sehari sebelumnya, Rabu, 20 Agustus 2025, IHSG justru ditutup menguat 1,03 persen ke level 7.943,83. Kondisi ini membuat penurunan di hari berikutnya terlihat cukup kontras.

Sebelumnya, BI mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,00 persen. Keputusan ini sekaligus menandai pemangkasan keempat sepanjang tahun 2025, membawa BI rate ke titik terendah sejak Oktober 2022.

Baca Juga: Mengintip Program Satu Data Indonesia, Proyek Besar Atasi Tumpang Tindih Data Instansi

Langkah tersebut ditempuh dengan mempertimbangkan proyeksi inflasi yang tetap terkendali, nilai tukar rupiah yang stabil, serta perlambatan pertumbuhan kredit. BI menilai pemangkasan suku bunga bisa mendorong aktivitas ekonomi di semester kedua tahun ini.

Dari sisi teknikal, analis menilai IHSG masih menyimpan peluang rebound. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyebut bahwa aliran dana asing yang deras masih menjadi katalis positif bagi pasar.

Baca Juga: Kerugian Akibat Keuangan Ilegal Capai Rp120 Triliun, OJK Ingatkan Bahaya Digitalisasi

"IHSG kemarin berhasil naik 1,03 persen dengan dukungan net buy asing sekitar Rp775 miliar. Saham jumbo yang paling banyak dikoleksi asing antara lain BMRI, BBRI, BRMS, AMMN, dan ASII," ujarnya dalam riset yang dikutip, Rabu, 20 Agustus 2025.

BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG hari ini bergerak dalam rentang support 7.850–7.900 dan resistance 8.000–8.050. Beberapa saham pilihan trading di antaranya TLKM, ASII, PGEO, PANI, SCMA, dan CDIA.***

 

Tags

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB