Sebagai pembanding, alokasi gizi anak dalam APBN 2025 masih terbatas melalui program kesehatan dengan anggaran sekitar Rp100 triliun.
Lonjakan besar dalam RAPBN 2026 menunjukkan keberanian pemerintah menjadikan gizi anak sebagai prioritas nasional.
Jika program ini berjalan sukses, pemerintah menargetkan tingkat kecerdasan dan produktivitas generasi muda meningkat, sehingga bonus demografi Indonesia bisa dimanfaatkan maksimal.
Baca Juga: Bupati Parigi Moutong Ingatkan PPPK: Jangan Gadaikan SK, Fokus pada Kinerja
“Investasi terbesar bangsa adalah pada manusia. Makan bergizi gratis adalah pondasi menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Presiden.***