JAKARTA, METROSELEBES.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk membahas strategi nasional dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan memperkuat kemitraan ekonomi strategis dengan Amerika Serikat.
Langkah ini menjadi respons langsung terhadap dinamika ekonomi dunia yang terus berubah cepat dan tidak menentu.
Salah satu fokus utama dalam rapat tersebut adalah upaya deregulasi sektor riil.
Baca Juga: Indonesia Dorong Diplomasi Maksimal Cegah Konflik Timur Tengah Kian Meluas
Pemerintah mendorong penyederhanaan aturan ekspor-impor sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha nasional.
Langkah konkret dilakukan melalui revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8 Tahun 2024, yang sebelumnya dianggap masih menyulitkan proses perdagangan luar negeri.
Dalam penegasannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.
Baca Juga: Timun Bukan Sekadar Sayur: Rahasia Kecantikan Alami dari Dapur ke Wajah
Untuk itu, ia menginstruksikan pemangkasan hambatan perizinan guna mempercepat proses investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut data Kementerian Investasi/BKPM, sepanjang tahun 2023 total realisasi investasi Indonesia mencapai Rp 1.418,9 triliun, naik 17,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, tantangan global seperti ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi memerlukan terobosan baru dalam bentuk reformasi struktural.
Penguatan kemitraan ekonomi dengan AS juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia.