JAKARTA, METROSELEBES.COM - Pemerintah melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menetapkan serangkaian target ambisius dalam program Kopdes 2025 yang berfokus pada penguatan ekonomi desa melalui pemberdayaan koperasi dan anak muda desa.
Inisiatif ini menegaskan komitmen untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan inklusif.
Dalam rencana kerja tahun 2025, Kopdes menargetkan pembentukan 1.000 koperasi desa aktif baru guna memperluas jaringan ekonomi kerakyatan.
Baca Juga: Ekonomi Desa Berputar, Warga Sejahtera Lewat Koperasi
Selain itu, akan dibuka 5.000 gerai sembako murah di wilayah prioritas sebagai upaya konkret mengatasi persoalan harga bahan pokok di desa.
Tak hanya itu, digitalisasi juga menjadi bagian penting dari transformasi ini, dengan penerapan sistem pencatatan keuangan digital di seluruh koperasi desa.
Ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis data.
Menyadari pentingnya peran generasi muda, Kopdes mendorong keterlibatan anak muda dalam pengelolaan koperasi, membentuk jiwa kewirausahaan yang kuat dari tingkat desa.
Baca Juga: Israel Gempur PLTN Bushehr, Serangan Terbesar ke Fasilitas Nuklir Iran
Program pelatihan usaha pun akan digencarkan, dengan target menjangkau 100.000 warga desa agar memiliki kemampuan membangun usaha mandiri dan berkelanjutan.
Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM, hingga akhir 2023, jumlah koperasi aktif di Indonesia mencapai 127.000 unit, namun masih banyak desa yang belum memiliki koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Dengan target 1.000 koperasi baru, ini akan menjadi tambahan signifikan dalam pemerataan ekonomi desa.
Langkah ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 yang menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM serta penguatan ekonomi perdesaan.