Secara keseluruhan, kolaborasi lintas sektor—pusat, daerah, BUMN, swasta, riset, dan petani—jadi kunci. Strategi terpadu ini diharapkan mencetak momentum transformasi tebu Indonesia dari ketergantungan impor menuju kemandirian, sekaligus membuka peluang bioetanol sebagai energi alternatif.
Dengan strategi ini berjalan sesuai arah, Indonesia bukan hanya mampu menekan impor, tetapi juga berpotensi menjadi eksportir gula sekaligus produsen bioetanol andal di kawasan Asia Tenggara.***