JAKARTA, METROSELEBES.COM – Pemerintah kini menghadirkan strategi baru yang dinilai sebagai titik balik dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Melalui pendekatan geographical targeting, strategi ini menyasar langsung wilayah-wilayah yang selama ini menjadi kantong kemiskinan, yaitu daerah yang terisolasi, minim akses terhadap layanan dasar, serta memiliki tingkat kemiskinan tinggi secara konsentrasi geografis.
Kantong kemiskinan merupakan faktor penting dalam penentuan strategi pengentasan kemiskinan nasional.
Wilayah ini dikenal sebagai titik konsentrasi kemiskinan karena di sanalah banyak orang miskin tinggal dalam kondisi terisolasi dan kekurangan layanan seperti air bersih, listrik, jalan, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
Jika tidak ditangani secara fokus, angka kemiskinan nasional akan stagnan karena masyarakat di dalamnya sulit keluar dari lingkaran kemiskinan.
Baca Juga: BSU 2025 Resmi Bergulir! Harapan Baru Pekerja Lewat Permenaker Terbaru
Dalam strategi yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PM), terdapat empat langkah utama:
-
Akses Layanan Dasar
Pemerintah memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar seperti sanitasi, air minum layak, rumah layak huni, serta akses terhadap listrik, gas, dan internet. -
Konektivitas Antarwilayah
Pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi menjadi kunci menghubungkan wilayah miskin dengan pusat-pusat ekonomi. -
Konvergensi dan Konsolidasi Program
Dilakukan sinkronisasi anggaran antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pihak nonpemerintah agar lebih tepat sasaran. -
Kolaborasi Multipihak
Pemerintah menggandeng lembaga nonpemerintah dan masyarakat sipil guna memperluas jangkauan program dan meningkatkan efektivitas.
Baca Juga: Lonjakan Perkebunan Dongkrak Pertumbuhan Pertanian Tertinggi dalam 15 Tahun Terakhir