PONTIANAK, METROSELEBES.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, didampingi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, secara resmi melepas ekspor perdana jagung ke Malaysia langsung dari Kalimantan Barat.
Ekspor ini dilakukan setelah Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 yang menjadi bukti peningkatan signifikan produksi jagung nasional.
Sebanyak 1.200 ton jagung diberangkatkan dalam tahap awal, sebagai bagian dari target ekspor sebesar 50.000 ton ke Malaysia.
EksBaca Juga: Indonesia Ekspor Jagung ke Malaysia, Bukti Kemandirian Pertanian Nasional
por jagung ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendekatkan Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia.
Dalam pernyataannya, Menteri Pertanian menyebut bahwa permintaan jagung dari Malaysia sangat tinggi, mencapai 240.000 ton per tahun — peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh petani Indonesia.
Selain jagung, Indonesia juga melihat potensi besar dari komoditas lain seperti kelapa dan beras untuk diekspor ke negara tetangga.
Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan dan menjadikan sektor pertanian sebagai ujung tombak ekonomi nasional.
Baca Juga: Panen Prestasi di Perbatasan: Indonesia Ekspor Jagung Perdana ke Malaysia dari Bengkayang
Berdasar Data sebelumnya bahwa :
- Data BPS 2024 menunjukkan produksi jagung Indonesia mencapai 21 juta ton, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 19,5 juta ton. Hal ini mendukung ketersediaan pasokan untuk ekspor.
- FAO (2023) memproyeksikan permintaan global terhadap jagung akan terus meningkat sebesar 2,2% per tahun, terutama untuk kebutuhan pakan ternak dan industri pangan.
- Malaysia, berdasarkan data MITI (Ministry of International Trade and Industry), mengimpor lebih dari 70% kebutuhan jagungnya dari negara lain, terutama untuk industri peternakan dan pangan.
- Menteri Pertanian juga menyampaikan bahwa ekspor jagung ini hanya awal dari strategi ekspansi ekspor komoditas pangan Indonesia yang akan menyasar pasar Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Dengan sinergi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta, ekspor perdana ini menjadi langkah strategis yang mendorong kemandirian pangan dan membuka pasar baru bagi produk pertanian Indonesia.
Indonesia kini semakin siap menjadi pemain utama dalam perdagangan pangan global.***