PALU-SULTENG, METROSELEBES.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) merupakan langkah strategis dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam kunjungannya di Sulteng, Yandri menyampaikan bahwa Kopdes Merah Putih menjadi pintu masuk untuk memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan usaha kolektif oleh masyarakat.
Program ini dinilai mampu memberikan kesempatan bagi warga desa untuk membentuk dan mengelola unit usaha bersama, sehingga menciptakan perputaran ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kemendagri : Jangan Ragu Gunakan APBD Demi Bentuk Koperasi Desa
"Melalui Kopdes Merah Putih, masyarakat tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tapi menjadi aktor utama yang menikmati hasilnya secara langsung," ujar Yandri.
Program ini juga sejalan dengan misi pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal dan gotong royong.
Dukungan terhadap Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Dalam beberapa tahun terakhir Kementerian Desa PDTT memang gencar mendorong inovasi ekonomi di tingkat desa, termasuk melalui BUMDes dan koperasi desa.
Baca Juga: Sinergi Merah Putih: Aturan Baru Buka Jalan Reformasi Koperasi Desa
Salah satu laporan terbaru menyebutkan bahwa desa-desa yang aktif mengelola unit usaha kolektif mengalami peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga 35% dalam dua tahun terakhir.
beberapa data dari media menyebutkan bahwa Provinsi Sulawesi Tengah termasuk dalam daftar lima besar wilayah dengan perkembangan koperasi desa tercepat di Indonesia.
Program Kopdes Merah Putih dinilai menjadi pemantik utama pertumbuhan tersebut.