METROSELEBES – Bendungan Keureuto di Aceh Utara akan segera beroperasi akhir tahun ini. Selain Bendungan Keureuto, Bendungan Margatiga di Lampung Timur dan Bendungan Lau Simeme di Deli Serdang juga akan dioperasikan.
Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono telah menginstruksikan bawahannya untuk menggenjot penyelesaian konstruksi bendungan. Ditargetkan, tiga bendungan ini akan diisi air perdana pada Desember 2023.
Perlu diketahui, bendungan yang paling besar adalah Bendungan Keureuto di Aceh Utara berkapasitas tampung 215,94 juta/m3. Bahkan, bendungan ini juga dirancang memiliki tampungan banjir sekitar 30,39 juta m3 atau sebesar 501,49 m3/detik.
Baca Juga: 5 Fakta Tentang Calon Investor Xinyi Di Rempang, Nomor 3 Bikin Tercengang !
Nantinya, Bendungan Keureuto akan difungsikan untuk menyediakan air irigasi bagi lahan seluas 9.420 hektar di Daerah Irigasi Alue Ubay seluas 2.743 hektar dan daerah irigasi Pasee Kanan seluas 6.677 hektar.
Bendungan yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Utara ini dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 Ditjen Sumber Daya Air sejak tahun 2015 dan akan menghabiskan biaya sebesar Rp 2,68 triliun.
Selain di Aceh Utara, Kementerian PUPR juga membangun Bendungan Margatiga di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung.
Bendungan Margatiga akan mengairi daerah irigasi seluas 16.588 hektar yakni di daerah irigasi Jabung Kiri seluas 5.638 hektar dan Jabung Kanan seluas 10.950 hektar.
Bendungan Margatiga memiliki luas genangan 2.314 hektar dan mampu memasok air sebanyak 0,8 meter kubik per detik, serta dapat mereduksi banjir sebesar 83 meter kubik per detik.
Bendungan paling kecil yang dibangun adalah Bendungan Lau Simeme di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.
Bendungan Lau Simeme di Deli Serdang berkapasitas tampung 21,07 juta meter kubik. Diharapkan, bendungan tersebut dapat menunjang pemenuhan kebutuhan air baku di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang sebesar 3.000 liter per detik.