Inti berita
ARSGMPI periode 2026–2029 di bawah kepemimpinan Dr. drg. A. Tajrin diarahkan memperkuat kemandirian RSGM Pendidikan.
Bertekad menjadi Academic Dental Hospital yang unggul dalam pendidikan, pelayanan, penelitian, inovasi dan pengabdian masyarakat.
METROSELEBES.com, MAKASSAR – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Pendidikan tidak lagi diarahkan sekadar menjadi tempat mahasiswa menjalani pendidikan klinik. Di bawah kepengurusan baru Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI), RSGM didorong naik kelas menjadi rumah sakit akademik yang mandiri, profesional, berdaya saing, sekaligus kuat dalam pelayanan dan pengembangan ilmu kedokteran gigi.
Arah baru itu mengemuka setelah ARSGMPI menetapkan kepengurusan periode 2026–2029 dengan Dr. drg. A. Tajrin, M.Kes., Sp.BMM., Subsp.C.O.M. sebagai ketua. Kepengurusan tersebut merupakan hasil Kongres ARSGMPI yang digelar di MG Setos, Semarang, dan kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan Kongres ARSGMPI Nomor 49/ARSGMPI/VII/2026 pada 25 Juli 2026 di Semarang.
Baca juga: "Antrean BBM 7 Km" di BTP Makassar Bikin Heboh, Warga Bongkar Fakta di Balik Video Drone
Mandat kepada A. Tajrin bukan sekadar pergantian figur di pucuk organisasi. Ia juga dipercaya mengemban posisi Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (ARSPTN) periode 2022–2027. Posisi ganda tersebut membuka peluang lebih besar bagi penguatan hubungan antara RSGM Pendidikan dengan rumah sakit perguruan tinggi negeri serta perguruan tinggi dalam ekosistem pendidikan dan pelayanan kesehatan nasional.
Bukan Sekadar Rumah Sakit Pendidikan
ARSGMPI menempatkan kemandirian sebagai salah satu agenda utama periode baru. Kemandirian itu mencakup tata kelola dan pembiayaan rumah sakit, tetapi juga menyentuh kemampuan RSGM menjalankan pendidikan, pelayanan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, hingga membangun pusat unggulan atau Center of Excellence.
RSGM Pendidikan bahkan diarahkan berkembang menjadi Academic Dental Hospital. Konsep tersebut menempatkan rumah sakit bukan hanya sebagai lokasi pendidikan klinik, melainkan sebagai pusat pelayanan bermutu dan berkeselamatan yang berjalan beriringan dengan pendidikan dokter gigi dan dokter gigi spesialis, penelitian klinis dan translasi, inovasi teknologi kesehatan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Target itu membutuhkan jejaring yang lebih kuat. Karena itu, ARSGMPI periode 2026–2029 juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-RSGM Pendidikan dan ARSPTN. "Kerja sama dapat diperluas pada pendidikan, penelitian multicenter, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan unggulan, akreditasi dan mutu, transformasi digital, pengadaan bersama, hingga pengembangan Center of Excellence," sebut A. Tajrin kepada MetroSelebes.com, Ahad (13/9/2026).