Inti berita:
• Jenazah Aris Sanda, warga Toraja Utara dipulangkan hari ini.
• Aris Sanda jadi korban penembakan brutal di Wamena Pegunungan.
METROSELEBES.com, WAMENA - Pagi ini, Jumat (18/9/2026), nama Aris Sanda kembali ramai diperbincangkan. Bukan karena perjalanan yang biasa ia jalani sebagai sopir di tanah Papua, membawa penumpang atau logistik antar pedalaman, melainkan karena hari ini jenazahnya meninggalkan Wamena untuk dipulangkan ke tanah kelahirannya di Toraja Utara.
Jenazah Aris dijadwalkan diberangkatkan dari rumah duka di kawasan belakang Bandara Wamena sekitar pukul 07.00 WIT. Dari Wamena, perjalanan pemulangan direncanakan berlanjut menuju Jayapura atau Sentani, kemudian diterbangkan ke Makassar sebelum diteruskan ke Toraja Utara.
Baca juga: Biadab! Dipaksa Pegang Bintang Kejora, Sopir Toraja Aris Sanda Ditembak KKB dan Mobilnya Dibakar
Bagi keluarga, kepulangan itu tentu menjadi momen yang bercampur antara penantian dan duka. Aris yang selama ini berada jauh dari kampung halaman akhirnya kembali ke Toraja, tetapi bukan dengan kepulangannya sendiri seperti yang mungkin diharapkan keluarga. Jenazahnya yang akan membawa Aris kembali ke rumah.
Aris merupakan warga Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara. Ia dikenal bekerja sebagai sopir angkutan lajuran di wilayah Papua Pegunungan dan telah menjalani pekerjaan tersebut selama bertahun-tahun. Aktivitasnya membuat Aris menjadi salah satu warga perantauan yang menggantungkan hidup dari mobilitas masyarakat di kawasan pedalaman.
Baca juga: Rencana Pelantikan HPMM Cabang Bungin Didorong Pendiri, Ditargetkan Akhir September 2026
Perjalanan terakhir Aris berlangsung pada Selasa (15/9/2026). Dalam perjalanan dari Wamena menuju Mbua, kendaraan yang dibawanya dihentikan kelompok bersenjata di sekitar kawasan Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya. Aparat keamanan menyebut insiden tersebut melibatkan kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama. Keterangan itu merupakan versi aparat dan menjadi bagian dari penanganan kasus yang masih berlangsung.
Di tengah kabar pemulangan tersebut, keluarga juga menunggu kepastian kedatangan jenazah di Toraja Utara. Elisabet Salasa, keluarga Aris, mengenang pesan yang pernah disampaikan Aris tentang keinginannya untuk kembali berkumpul bersama keluarga. “Tunggu Mama, nanti saya pulang, kita berkumpul,” ujar Elisabet.
Baca juga; 140 Personel DVI Disiagakan, Polri Buka Lima Posko Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8
Hari ini, perjalanan panjang Aris di Papua akhirnya sampai pada titik terakhir. Dari Wamena, jenazahnya menempuh perjalanan menuju Makassar lalu Toraja Utara. Keluarga pun bersiap menerima kepulangan Aris untuk terakhir kalinya dan mengantarnya menuju tempat peristirahatan terakhir di tanah kelahirannya. (*)