Inti berita:
• Pencurian HP di SPBU Barru terekam CCTV dan mengarah pada Toyota Avanza DD 1920 XI.
• Aparat menelusuri identitas pelaku, status kendaraan, serta dugaan penggunaan atribut menyerupai seragam TNI.
METROSELEBES.com, BARRU – Suasana dini hari di sebuah SPBU di Kabupaten Barru mendadak berubah menjadi lokasi pencarian jejak. Seorang pria yang mengenakan pakaian loreng diduga mengambil telepon genggam milik penjaga toilet SPBU saat korban tertidur, kemudian melarikan diri menggunakan Toyota Avanza berwarna silver.
Aksi tersebut terekam kamera CCTV sekitar pukul 04.38 WITA, Sabtu (26/9/2026). Dalam rekaman berdurasi sekitar 19 detik yang diperoleh redaksi, pria tersebut terlihat mendekati area toilet ketika penjaga sedang tertidur. Tak lama kemudian, ia membawa kabur HP korban dan meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan bernomor polisi DD 1920 XI.
Baca juga: Jejak Bahtera Nabi Nuh, Mata Bor Patah di Kedalaman 5 Meter Bikin Misteri Makin Dalam
Petunjuk paling penting kini bukan hanya sosok pelaku yang terekam kamera, tetapi juga kendaraan yang digunakannya. Rekaman CCTV memperlihatkan nomor polisi mobil dengan cukup jelas sehingga aparat dapat menelusuri data kendaraan untuk memastikan pemilik maupun status penggunaannya.
Pelat Kendaraan Bukti Petunjuk
Manager SPBU, Bangsawan Bau Massepe, disebut telah menyerahkan rekaman CCTV tersebut kepada pihak penyidik. Data kendaraan selanjutnya menjadi bagian dari penelusuran untuk mengetahui apakah Toyota Avanza itu milik pelaku, kendaraan rental, atau kemungkinan menggunakan tanda nomor kendaraan yang tidak sesuai.
Baca juga: HT Jadi Tersangka, Kortastipidkor Dalami Peran Pihak Lain dan Buka Peluang Tersangka Baru
"Rekaman CCTV sudah kami serahkan kepada aparat untuk kepentingan penyelidikan," ujar Bangsawan Bau Massepe kepada awak media.
Kasus ini juga memiliki sisi lain yang membuatnya berbeda dari pencurian biasa. Pakaian loreng yang dikenakan pelaku menyerupai atribut TNI AD. Jika nantinya terbukti pelaku merupakan warga sipil dan atribut tersebut digunakan secara sengaja untuk menyamarkan identitas atau mendukung aksi kejahatan, persoalan penggunaan atribut militer turut menjadi bagian yang perlu diperiksa aparat.
Baca juga: Relawan Gibran Ajukan Amicus Curiae, Persoalkan Kewenangan MK terkait Ijazah