hukum-kriminal

Rp120 Juta Demi Kursi Honorer, Janji “Orang Dalam” Berujung Sunyi di Palembang

Senin, 14 September 2026 | 14:02 WIB
Menyoroti kasus IRT di Palembang diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja setelah menyerahkan Rp120 juta untuk pekerjaan honorer melalui jalur “ordal

Inti berita

• Seorang IRT berinisial P (32) di Palembang diduga kehilangan Rp120 juta.

• Ia dijanjikan pekerjaan honorer di lingkungan Pemkot Palembang.

• Tawaran datang melalui mertua pria berinisial MR yang disebut mengaku sebagai PNS.

• Setelah uang ditransfer, kepastian pekerjaan dan penempatan tidak kunjung datang.

 

METROSELEBES.com, PALEMBANG — Ada mimpi yang kadang terlihat begitu dekat hanya karena seseorang datang membawa satu kalimat meyakinkan: saya bisa bantu masuk kerja. Bagi Pepi, sapaan korban perempuan berusia 32 tahun di Palembang, kalimat itu berubah menjadi petaka setelah uang Rp120 juta berpindah dari rekeningnya.

Cerita itu bermula pada Kamis, 20 Agustus 2026. Pepi sedang berada di rumahnya di kawasan Green Palm Residence, Kecamatan Sukarami, ketika seorang tamu datang membawa tawaran yang terdengar seperti pintu keluar dari kesulitan. Tamu tersebut merupakan mertua dari pria berinisial MR yang kini dilaporkan terkait dugaan penipuan.

Baca juga: Antrean BBM Membuka Jejak, Polda Sulsel Ungkap 10 Kasus dan 17 Tersangka 

Tawaran yang disodorkan bukan sekadar pekerjaan biasa. Pepi dijanjikan bisa memperoleh pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kota Palembang melalui bantuan MR. "Ada syarat yang diselipkan, sejumlah uang disebut sebagai biaya administrasi," ujar Pepi. 

Keraguan Pepi kemudian berhadapan dengan cara MR meyakinkan calon korbannya. MR disebut mengaku sebagai Pegawai Negeri Sipil. Status tersebut menjadi semacam jaminan bahwa tawaran yang dibawanya bukan sekadar janji kosong.

Pepi akhirnya percaya. Ia mentransfer Rp120 juta dari rekening BRI miliknya ke rekening BCA atas nama MR. Uang itu diberikan dengan harapan sederhana: setelah pembayaran dilakukan, pekerjaan yang dijanjikan segera menjadi kenyataan dan dirinya dapat mulai bekerja.

Baca juga: Marquez Bersaudara Menggila di Misano, Tangis Haru Julia Pecah Saat Ducati Rayakan Kemenangan 

Namun setelah uang terkirim, kenyataan justru bergerak ke arah berlawanan. Informasi mengenai instansi, lokasi penempatan maupun kepastian pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung jelas. Komunikasi dengan MR pun disebut mulai sulit dilakukan. Janji yang sebelumnya terdengar begitu dekat perlahan berubah menjadi kesunyian.

Halaman:

Tags

Terkini