hukum-kriminal

KPK Terima 2.526 Aduan Korupsi, Setyo Budiyanto: Pengaduan Masyarakat Fondasi Pemberantasan Korupsi

Sabtu, 5 September 2026 | 05:20 WIB
KPK menerima 2.526 pengaduan masyarakat pada Semester I 2026. Ketua KPK Setyo Budiyanto sebut partisipasi publik sebagai fondasi utama pemberantasan korupsi. (Dok.official.kpk)

Inti berita:

• KPK menerima 2.526 pengaduan masyarakat sepanjang Semester I 2026.

• Jakarta menjadi wilayah penyumbang laporan terbanyak dan sektor penegakan hukum paling banyak diadukan

 

METROSELEBES.com, JAKARTA – Ribuan laporan dari masyarakat sepanjang enam bulan pertama 2026 menjadi gambaran bahwa pengawasan terhadap dugaan korupsi tidak hanya berlangsung di ruang-ruang penegakan hukum. Publik dari berbagai daerah ikut mengambil peran dengan menyampaikan informasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Pengaduan masyarakat menjadi salah satu fondasi pemberantasan korupsi. Atas partisipasi masyarakat, pada semester I 2026, KPK menerima 2.526 pengaduan dari berbagai daerah,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto saat melakukan konferensi pers di Gedung Juang Merah Putih.

Baca juga: Polisi Sebar Sketsa Dua Wajah Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Warga Pejompongan 

Dari total laporan tersebut, KPK telah menyelesaikan verifikasi terhadap 2.217 aduan. Sebanyak 654 laporan kemudian diteruskan ke tahap penelaahan lebih lanjut oleh tim internal KPK untuk menentukan bentuk tindak lanjut berdasarkan substansi masing-masing laporan.

Baca juga: Bukan Sekadar Konten, Program Anwar Hafid Tuai Respons Positif Netizen: "Aku Salah Satunya yang Terima Beasiswa"

Hasil penelaahan menunjukkan 617 laporan telah selesai diproses. Dari jumlah itu, 44 laporan ditindaklanjuti secara internal KPK, lima laporan dilimpahkan kepada instansi eksternal, 60 laporan membutuhkan klarifikasi lanjutan, sementara 508 laporan lainnya diarsipkan.

Baca juga: Demo di Kantor PLN Sulselrabar Memanas, Mahasiswa Desak GM Dicopot karena Pemadaman Bergilir 

Jakarta menjadi wilayah dengan penyampaian pengaduan terbanyak, yakni 421 laporan. Berikutnya Jawa Timur dengan 278 laporan, Jawa Barat 238 laporan, Jawa Tengah 166 laporan, serta Sumatera Utara sebanyak 136 laporan.

Dari sisi sektor, penegakan hukum berada di posisi teratas dengan 41 laporan. Aduan berikutnya menyangkut infrastruktur sebanyak 36 laporan dan keuangan negara 30 laporan. Sementara dari kanal pelaporan, surat atau faks menjadi sarana yang paling banyak digunakan dengan 1.719 laporan, disusul laporan langsung atau demonstrasi sebanyak 481 laporan.

Baca juga: 800 KG Ketamin Diselundupkan lewat Laut, Polisi Bongkar Jejak Kapal dari MV King Sun hingga Fuchangxing 1

Halaman:

Tags

Terkini