Metroselebes- Hai bund.... Kalian pasti sering merasa stress menghadapi anak yang sedang tantrum.
Tantrum adalah kondisi dimana anak mengekspresikan emosi atau kemarahannya dengan cara menangis, teriak atau sejenisnya.
hal tersebut sangat merepotkan terlebih lagi jika kalian sedang berada di tempat umum. tidak jarang orang tua yang berhadapan dengan anak yang tantrum sering terbawa emosi dan memarahi anaknya tapi malah tantrum anaknya semakin menjadi - jadi.
Pada umumnya tantrum merupakan kondisi alamiah yang dilakukan oleh anak sehingga tidak perlu panik hingga mengakibatkan respon yang berlebihan.
berikut beberapa hal yang perlu dilakukan dan yang perlu dihindari ketika anak mengalami tantrum menurut para ahli:
- Menurut Tasmin (2008) dalam jurnal yang berjudul "MENGENAL PERILAKU TANTRUM DAN BAGAIMANA MENGATASINYA" Ada tiga hal yang perlu kalian lakukan sesegera mungkin saat tantrum terjadi pada anak kalian, yaitu memastikan segalanya aman, perlunya orangtua mengontrol emosinya, serta tidak ambil peduli terhadap pandangan sinis atau ucapan negatif serta segala bentuk reaksi dari lingkungan.
- Lorenz, B., E., (2010) How to Deal With Your Child’s Temper Tantrum, memberikan pandangan tentang bagaimana mencegah terjadinya tantrum ketika akan melakukan perjalanan atau mengunjungi suatu tempat. terannya bahwa Sebelum berangkat penting sekali membangun kesepahaman dengan anak dimana Orangtua sangat perlu menjelaskan apa yang akan dilakukan, di mana, dan berapa lama kegiatan tersebut, lalu minta persetujuan anak. hal ini dilakukan agar anak dapat mengerti dan membagun rasa percaya anak kepada orang tua serta memastikan kenyamanan mereka selama perjalanan
- Tavris (2008) memberikan beberapa panduan untuk orangtua guna mencegah terjadinya tantrum yakni; mengalihkan perhatian anak, mencoba menemukan alasan kemarahan, menghindari rasa malu kepada anak perihal rasa marah, ajarkan anak mengenai intensitas tingkat kemarahan, atur secara jelas batasan harapan akan manajemen kemarahan sesuai dengan usia, kemampuan dan tempramennya, mengembangkan komunikasi terbuka dengan anak dan mengajarkan empati dengan memberikan pemahaman akan efek yang bisa ditimbulkan dari sikap mereka terhadap orang lain.
- Satu hal lagi yang perlu dihindari oleh orangtua, yakni meluluskan keinginan anak yang semula dilarang dengan harapan dia akan diam dan berhenti tantrum. Cara ini mungkin efektif untuk menghentikan tantrum anak pada saat itu tapi mungkin juga tidak. Hanya saja yang perlu ditekankan mengapa hal ini perlu dihindari sebab cara ini akan memberi efek negatif pada perkembangan anak dan pola relasi dengan orangtua dalam pengasuhan. Seperti juga dengan cara memberi hadiah cara ini memberikan penguatan kepada anak untuk menggunakan cara cara seperti meraungraung, mengamuk, mengumpat dan bentuk tantrum lainnya sebagai bentuk “demontrasi” guna mendapatkan posisi tawar memuluskan keinginan dan harapannya yang terhalang oleh pertimbangan orangtua. Tentu saja ini dapat diterapkan pada anak yang relatif sudah lebih dewasa, sekitar usia 3-6 tahun.
Baca Juga: Jangan Panik ! Ini 5 Cara Jitu Hadapi Anak Tantrum. No 3 Recomended banget !
itulah beberapa hal yang perlu dilakukan dan yang perlu dihindari ketika berhadapan dengan anak yang sedang mengalami tantrum. semoga bermanfaa ya bund..***