Jika skenario itu benar-benar berkembang, kepentingan PDIP juga menjadi bagian penting dari kalkulasi politik. Hasyim menilai masuknya kader PDIP sebagai cawapres Prabowo akan membuka jalan bagi partai tersebut kembali berada dalam pemerintahan sekaligus memberikan pengalaman pemerintahan bagi figur yang berpotensi diproyeksikan menghadapi Pilpres 2034. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada dinamika internal PDIP dan keputusan para elite partai.
Baca juga: Nusron Sudah 6 Bulan Tinggalkan Pengurus Golkar, Sekjen Tak Tahu Alasannya
Sementara itu, kedekatan Prabowo dan Pramono dalam sejumlah agenda pemerintahan belakangan memang ikut memunculkan spekulasi. Saat peresmian LRT Jakarta lintas Kelapa Gading–Manggarai pada 16 September 2026, interaksi keduanya menjadi sorotan. Analis politik Arifki Chaniago mengingatkan bahwa momen tersebut belum cukup untuk menyimpulkan adanya duet 2029. "Terlalu dini jika langsung diterjemahkan sebagai sinyal duet 2029," ujarnya. (*)
(Msr/Jac)