Inti berita:
• El Nino yang menguat berpotensi memperpanjang periode panas dan kering di Indonesia hingga awal 2027.
• Climate Impact Lab memproyeksikan 19.300 kematian berlebih akibat panas di Indonesia,
• BMKG mengingatkan musim hujan di banyak wilayah berpotensi datang lebih lambat.
METRO SELEBES,com, JAKARTA – Kalender belum benar-benar meninggalkan musim kemarau, tetapi ancaman yang mengiringinya sudah mulai diproyeksikan lebih panjang. Fenomena El Nino yang menguat membuat Indonesia bersiap menghadapi periode panas dan kering yang berpotensi berlangsung hingga awal 2027.
Persoalannya bukan hanya suhu udara yang meningkat. Kondisi kering juga dapat berdampak pada ketersediaan air, pertanian, kesehatan masyarakat hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Situasi tersebut membuat pemerintah dan masyarakat perlu memperhitungkan dampak El Nino secara lebih luas.
Baca juga: Misteri Kematian Wakil Rektor ITB Kabanjahe, Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, CCTV Jadi Petunjuk?
Proyeksi Kematian Jadi Alarm
Salah satu analisis Climate Impact Lab memberikan gambaran mengenai besarnya risiko kesehatan akibat panas ekstrem. Lembaga tersebut memproyeksikan sekitar 19.300 kematian berlebih di Indonesia selama periode El Nino jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun normal.
Angka itu bukan berarti 19.300 orang telah menjadi korban El Nino. Istilah excess deaths merujuk pada perkiraan tambahan kematian yang dikaitkan dengan paparan suhu panas dibandingkan angka yang diperkirakan terjadi dalam kondisi normal. Karena itu, angka tersebut merupakan hasil proyeksi dan bukan catatan korban yang sudah terjadi.
Baca juga: Syarat Pendidikan Gibran Kembali Digugat, Mahfud MD Soroti Cacat Moral Konstitusional
Risiko serupa diproyeksikan terjadi di berbagai negara. Climate Impact Lab memperkirakan ratusan ribu kematian berlebih secara global akibat paparan panas dalam periode Juni 2026 hingga Februari 2027. Kawasan negara-negara berkembang diperkirakan menghadapi beban lebih besar karena kerentanan terhadap panas ekstrem dan keterbatasan kapasitas adaptasi.
Musim Hujan Ikut Mundur
Artikel Terkait
Jejak Bahtera Nabi Nuh, Mata Bor Patah di Kedalaman 5 Meter Bikin Misteri Makin Dalam
Heboh! Pria Berbaju Loreng Gasak HP di SPBU Barru, Pelat Avanza Jadi Petunjuk Polisi
FH Unhas Siapkan Skema Sertifikasi Hukum, 41 Dosen Ikut Workshop Bersama LSP
Syarat Pendidikan Gibran Kembali Digugat, Mahfud MD Soroti Cacat Moral Konstitusional
Misteri Kematian Wakil Rektor ITB Kabanjahe, Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, CCTV Jadi Petunjuk?