Pada sektor pertanian, kawasan ini ditanami sejumlah komoditas seperti mangga, jambu kristal, kelapa, terong hingga bawang merah. Sementara untuk wisata air, tersedia kolam yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk memancing berbagai jenis ikan air tawar. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk, sedangkan ikan yang dibawa pulang dibayar berdasarkan berat hasil tangkapan.
Tak hanya tanaman dan kolam, sisi peternakan juga menjadi bagian dari konsep tersebut. Naja menyebut Telaga Wisata Maccopa pernah mengembangkan ternak burung puyuh dalam skala besar dan pada periode tertentu mampu menghasilkan rata-rata hingga 60 rak telur per hari. Usaha itu kemudian ikut terdampak pandemi Covid-19, meski peternakan tetap dikembangkan dengan berbagai jenis ayam, termasuk ayam ras dan ayam kampung, serta merpati hias dan merpati balap.
Baca juga: PJJ Dicabut, Siswa SMA/SMK/SLB se-Sulsel Kembali ke Sekolah
Ketika sore berganti malam, kawasan ini menawarkan suasana rekreasi yang lebih santai melalui gazebo-gazebo untuk pengunjung. Menikmati kopi atau sarabba sambil melihat suasana kolam menjadi pilihan lain selain memancing. Telaga Wisata Maccopa saat ini beroperasi setiap hari, yakni Senin-Rabu pukul 08.00-22.00 WITA, Kamis-Sabtu pukul 08.00-00.00 WITA, dan Minggu pukul 08.00-23.55 WITA. (*)
(Bersambung)
(Key/Ade)
Artikel Terkait
Jenazah Aris Sanda Tiba di Toraja Utara, Korban Penembakan OPM Danau Habema Dimakamkan Hari Ini
Kalah 0,015 Detik, Marc Marquez Dipaksa Jorge Martin Lepas Pole MotoGP Austria 2026
Ban Khusus Michelin Jadi Batu Sandungan Marc Marquez di Sprint Race Red Bull Ring, Ducati Kehilangan Momentum?
PJJ Dicabut, Siswa SMA/SMK/SLB se-Sulsel Kembali ke Sekolah
Nusron Sudah 6 Bulan Tinggalkan Pengurus Golkar, Sekjen Tak Tahu Alasannya