Inti berita:
• Rekor bersejarah Kylian Mbappe melampaui Lionel Messi tak mampu menyelamatkan Prancis yang dihajar Inggris 6-4 lewat hattrick Bukayo Saka
MetroSelebes.com, MIAMI - Gemuruh Stadion Hard Rock, Miami, menjadi saksi malam yang menghadirkan dua cerita berbeda dalam satu pertandingan. Di satu sisi, Inggris berpesta setelah menaklukkan Prancis 6-4 dan mengamankan peringkat ketiga Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Kylian Mbappe mencatat sejarah baru yang justru terasa pahit karena gagal menghindarkan Les Bleus dari kekalahan dalam laga penuh hujan gol tersebut.
Inggris tampil agresif sejak menit awal dan mampu memanfaatkan rapuhnya koordinasi lini belakang Prancis. Keunggulan besar yang dibangun The Three Lions membuat Les Bleus terus berada dalam tekanan. Meski Prancis sempat bangkit pada babak kedua melalui gol-gol balasan, upaya tersebut belum cukup untuk membendung efektivitas serangan Inggris hingga laga ditutup dengan skor mencolok 6-4.
Di balik kekalahan itu, Mbappe tetap mencuri perhatian. Dua gol yang dicetak sang kapten membuat koleksi golnya di ajang Piala Dunia mencapai 22 gol sepanjang karier, melampaui catatan Lionel Messi yang sebelumnya mengoleksi 21 gol. Torehan tersebut juga mengantarkan Mbappe memimpin daftar top skor sementara Piala Dunia 2026 dengan 10 gol, sekaligus menyamai rekor Gerd Muller sebagai pemain yang mampu mencetak sedikitnya 10 gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Media internasional menilai pencapaian individu Mbappe layak diapresiasi, namun hasil akhir membuat rekor tersebut kehilangan sorotan utamanya. Harian olahraga Spanyol MARCA menilai sejarah yang ditorehkan Mbappe "tertutup oleh runtuhnya pertahanan Prancis", sementara sejumlah media lain menyoroti kegagalan Les Bleus menjaga keseimbangan permainan meski memiliki lini depan yang produktif.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi penutup yang manis bagi Inggris setelah gagal melangkah ke final. Produktivitas lini serang dan kemampuan memanfaatkan setiap celah di pertahanan lawan menjadi pembeda dalam pertandingan yang disebut sebagai salah satu laga perebutan tempat ketiga paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia.
Komentator sepak bola internasional juga menilai pertandingan ini memperlihatkan dua wajah berbeda sepak bola modern. "Mbappe kembali menunjukkan kualitas sebagai pemain kelas dunia, tetapi sepak bola tetap permainan kolektif. Rekor individu tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan tim," demikian penilaian yang banyak mengemuka dalam ulasan pascalaga media internasional.
Meski kini berada di puncak daftar pencetak gol sepanjang sejarah Piala Dunia, posisi Mbappe belum sepenuhnya aman. Lionel Messi masih memiliki peluang menambah koleksi gol saat membela Argentina pada partai final melawan Spanyol. Jika Messi mampu mencetak sedikitnya dua gol, persaingan menuju status pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dipastikan kembali berubah, sementara Prancis harus pulang dengan evaluasi besar, terutama di sektor pertahanan yang menjadi titik lemah sepanjang laga melawan Inggris. (*)
(Key/Zul)