Inti berita:
• Prancis mengakhiri rekor 34 pertandingan tak terkalahkan Maroko dengan kemenangan 2-0 di perempat final Piala Dunia 2026, sekaligus memastikan langkah Les Bleus ke babak semifinal untuk ketiga kalinya secara beruntun.
• Lini serang Maroko jadi tumpul karena penyerang utama mereka, Ismael Saibari absen akibat mengalami cedera hamstring,
METROSELEBES.com, FOXBOROUGH – Langkah fantastis Timnas Maroko di panggung internasional akhirnya harus terhenti secara dramatis. Rekor impresif 34 pertandingan tak terkalahkan secara beruntun milik skuad Singa Atlas resmi dipatahkan oleh Prancis dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Foxborough, Amerika Serikat.
Anak asuh Walid Regragui harus menyerah dengan skor 0-2 setelah dihantam strategi transisi mematikan dan efisiensi taktik tingkat tinggi yang diperagakan Les Bleus. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Prancis melaju ke semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Saibari Absen, Maroko Kehilangan Daya Gedor
Petaka bagi Maroko sebenarnya sudah dimulai sebelum peluit sepak mula dibunyikan. Mesin gol utama sekaligus top skor mereka sepanjang turnamen, Ismael Saibari, terpaksa absen akibat mengalami cedera pergelangan kaki saat sesi latihan terakhir.
Kehilangan Saibari terbukti menjadi pukulan telak bagi kreativitas serangan Singa Atlas. Sepanjang pertandingan, lini depan Maroko tampak tumpul dan kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Prancis. Bahkan, Maroko baru mampu mencatatkan tembakan tepat sasaran (shot on target) pertama pada menit ke-83 melalui sepakan Azzedine Ounahi yang masih bisa diamankan Mike Maignan.
Strategi Deschamps Jadi Pembeda
Di babak pertama, Maroko sempat menghidupkan asa lewat organisasi pertahanan blok rendah yang sangat disiplin. Momen heroik tercipta ketika penjaga gawang Yassine Bounou berhasil menggagalkan eksekusi penalti Kylian Mbappé sehingga skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Didier Deschamps menginstruksikan para pemain Prancis bermain lebih sabar untuk memancing Maroko keluar dari area pertahanannya. Strategi tersebut berjalan efektif. Berawal dari kesalahan operan saat membangun serangan, Prancis langsung menghukum lewat transisi balik yang sangat cepat.
Artikel Terkait
Gubernur Sulsel Pastikan Perbaikan Jalan Tetap Berjalan Sesuai Perencanaan, Warga Diminta Dukung Proses Pembangunan
TNI Jaga Rumah Jampidsus, Penggeledahan Restoran Jadi Sorotan, Publik Tunggu Penjelasan Resmi
Hasil Porsenijar PGRI Sulsel 2026: Sidrap Kawinkan Gelar Tuan Rumah dan Juara Umum, Makassar serta Barru Tempel Ketat
Penggeledahan di 12 Titik Bongkar Temuan Fantastis, Polisi Sita Emas 74 Kg dan Aset Bernilai Rp476 Miliar
Jabat Tangan Prabowo dan Modi di Prambanan Jadi Momen Tak Terlupakan bagi Diaspora India yang Kini Berstatus WNI