Secara kumulatif Januari–Maret 2025, ekspor pertanian mencapai 10,32 juta ton senilai Rp181,14 triliun, sedangkan impor 7,59 juta ton senilai Rp93,59 triliun, menghasilkan surplus Rp87,55 triliun.
Adapun rincian kinerja lima sub sektor pertanian pada Maret 2025, yakni:
- Perkebunan: Ekspor 3,58 juta ton senilai Rp62,29 triliun, naik 51,42 persen dibanding tahun sebelumnya.
- Tanaman Pangan: Ekspor 14,66 ribu ton senilai Rp177,70 miliar, impor 1,83 juta ton senilai Rp10,50 triliun, defisit Rp10,33 triliun.
- Hortikultura: Ekspor 38,49 ribu ton senilai Rp1,13 triliun, impor 171,69 ribu ton senilai Rp4,59 triliun, defisit Rp3,46 triliun.
- Pertanian Olahan: Ekspor 3,04 juta ton senilai Rp57,80 triliun, impor 1,19 juta ton senilai Rp16,53 triliun, surplus Rp41,27 triliun.
- Pertanian Segar: Ekspor 643,78 ribu ton senilai Rp7,82 triliun, impor 1,31 juta ton senilai Rp14,75 triliun, defisit Rp6,93 triliun.
Meski secara keseluruhan kinerja perdagangan pertanian menunjukkan tren positif dengan surplus besar, Amran menegaskan masih ada pekerjaan rumah untuk memperbaiki sub sektor yang mengalami defisit. ***