Bila terjadi, angka tersebut akan mencatatkan rekor sebagai kerugian terbesar sepanjang sejarah industri asuransi global.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar kerugian tersebut disumbang oleh secondary perils atau bencana alam berskala kecil hingga menengah yang intensitas dan frekuensinya terus meningkat. ***