METROSELEBES.COM - Sebuah penelitian baru dari Cleveland Clinic dan beberapa institusi internasional menemukan bahwa obat terbaru bernama lepodisiran dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke hingga 94%, khususnya bagi individu dengan kadar Lipoprotein(a) tinggi—jenis kolesterol “jahat” yang diturunkan secara genetik.
Lipoprotein(a) atau Lp(a) dikenal sebagai pemicu penumpukan plak pada arteri, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, namun sering kali tidak disadari karena tidak muncul dalam pemeriksaan kolesterol standar.
Diperkirakan 1 dari 5 orang di dunia memiliki kadar Lp(a) tinggi, meskipun menjalani gaya hidup sehat.
Baca Juga: Honda HR-V 2025 Hadir Dengan Teknologi Lebih Canggih Dan Desain Lebih Modern
Dalam studi yang melibatkan 320 partisipan berusia 40 tahun ke atas, pemberian lepodisiran menurunkan kadar Lp(a) hingga 93,9% pada dosis tertinggi, dan efeknya bertahan lebih dari satu tahun.
Ini menjadikannya kandidat kuat sebagai terapi jangka panjang untuk risiko genetik penyakit jantung yang selama ini belum memiliki pengobatan khusus.
Baca Juga: Perempuan Garda Depan Lawan Korupsi! Ini Seruan Tegas Menteri Rini di Hadapan BPKP
Dr. Steven Nissen dari Cleveland Clinic menyebut ini sebagai “kebutuhan medis yang sangat mendesak yang akhirnya menemukan harapan baru.”***