Kabar duka tersebut dengan cepat menyelimuti keluarga besar UPT SMAN 13 Sinjai. Ruang kelas yang sehari sebelumnya masih menjadi tempat Putri belajar mendadak kehilangan sosok yang biasa mengisinya. Masa putih abu-abu yang tinggal menunggu waktu untuk dituntaskan justru berakhir dengan kepergian yang tak pernah dibayangkan.
Ambulans Membawa Pulang Duka
Sehari setelah kecelakaan, suasana di sekolah pun berubah. Ratusan siswa, guru, dan staf berdiri di sepanjang jalan depan sekolah untuk mengantarkan kepergian Putri. Mereka menunggu ambulans yang membawa jenazahnya menuju rumah duka.
Saat kendaraan itu akhirnya muncul dan bergerak perlahan melewati gerbang sekolah, kesedihan kembali pecah. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat Putri mengejar cita-cita justru menjadi tempat terakhir teman-temannya melihatnya.
Baca juga: QS Ranking Jadi Pemantik, FH Unhas dan BINUS University Siapkan Kolaborasi Riset Bertaraf Global
Tak ada lagi langkah Putri menuju kelas XII.3. Tak ada lagi seragam putih abu-abu yang dikenakannya untuk mengikuti pelajaran. Yang tersisa hanyalah kenangan tentang seorang siswi yang setiap pagi menempuh perjalanan dari Dusun Garoppa menuju sekolah.
Ambulans kemudian membawa jenazah Putri menuju rumah duka di Dusun Garoppa. Pada hari yang sama, ia dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Pattongko.
Kepergian Putri menyisakan duka bagi keluarga, guru, dan teman-temannya. Ia pergi ketika perjalanan pendidikan di bangku SMA tinggal menunggu garis akhir.
"Tidak disangka-sangka cepat berpulang,"ujar teman sekelas Putri Olivia. Temannya yang lain juga turut berkomentar. "Dia anak yang baik, tidak membeda-bedakan teman," kenang Rahma sambil sesunggukan.
Baca juga: Dedi Mulyadi Belum Mau Bicara Pilpres 2029, Fokusnya Masih Jawa Barat
Kejadian tragis pagi itu, tak disangka menjadi perjalanan terakhir sang Putri saat dalam perjalanan mengejar masa depan.
Namun, ia tak pernah sampai ke sekolah.
Sehari kemudian, justru jenazahnya yang melintas di depan gerbang sekolah, disaksikan teman-teman dan para guru yang melepasnya dengan air mata dan doa.
Bagi civitas UPT SMAN 13 Sinjai, perjalanan terakhir Putri bukan lagi sekadar kisah tentang kecelakaan di jalan. Itu adalah kenangan pahit tentang seorang siswi yang berangkat seperti biasa, tetapi tak pernah kembali untuk duduk di bangku kelasnya.
Selamat jalan Putri Olivia, dan keluarga serta rekan diberikan ketabahan menghadapi musibah ini, semoga. (*)