Manajemen Adidas juga menyatakan mengakui kekhawatiran yang disampaikan publik dan menanggapi masukan tersebut secara serius.
Di sisi lain, perusahaan asal Jerman itu menegaskan komitmennya terhadap inklusi dan menyebut layanan Single Shoe sebagai bagian dari upaya memperluas akses olahraga bagi masyarakat dengan kebutuhan berbeda. Layanan tersebut diperkenalkan di Eropa pada awal 2026 dan kini diperluas ke sejumlah wilayah, termasuk Asia dan Timur Tengah. (*)
(Ali/Mrt)