hukum-kriminal

Kesaksian Terakhir Nur Hanissa Terhenti, Polisi Masih Memburu Aan Kurniawan usai Tragedi Berdarah di Penggilingan Ayam

Minggu, 9 Agustus 2026 | 09:24 WIB
FOTO: Lokasi penggilingan ayam. Kesaksian terakhir Nur Hanissa jadi petunjuk penting dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Duyu, Palu. Polisi masih memburu Aan Kurniawan. (Dok. Threads@Kilas Palu)

Inti berita:

• Nur Hanissa meninggal setelah 10 hari dirawat dan meninggalkan kesaksian yang menjadi salah satu petunjuk penyidik.

• Polisi masih memburu Aan Kurniawan yang diduga terlibat dalam pembunuhan satu keluarga di Duyu, Palu.

 

METROSELEBES.com, PALU – Sepuluh hari setelah malam berdarah di sebuah rumah di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, satu-satunya orang yang sempat bertahan akhirnya meninggal dunia. Nur Hanissa (23) mengembuskan napas terakhir di RSUD Undata Palu pada Rabu, 5 Agustus 2026, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat luka dalam peristiwa yang merenggut suami dan anaknya.

Sebelum meninggal, Nur sempat memberikan keterangan kepada penyidik mengenai sosok yang ia lihat di sekitar area penggilingan ayam pada malam kejadian, 26 Juli 2026. Kesaksian tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penyidikan karena mengarah kepada Aan Kurniawan alias AK, rekan kerja suaminya yang kini masih dalam pengejaran polisi.

Baca juga: CEK FAKTA: Hoaks Begal Bisa Tuntut Pemilik CCTV, Ini Penjelasan Aturan Rekam di Ranah Publik Menurut Menkomdigi

Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismailboby menyebut Aan dan korban tidak memiliki hubungan keluarga. Keduanya diketahui bekerja di tempat usaha pemotongan ayam yang sama dan berasal dari daerah yang sama. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya persoalan di lingkungan pekerjaan yang menjadi latar belakang peristiwa tersebut, sehingga motif pembunuhan belum dinyatakan secara final.

"Motif pembunuhan belum bisa kami ungkap, sementara kami fokus pengejaran terduga pelaku, yang jelas mengarah kepada satu nama seperti yang disaksikan Nur Hanissa sebelum meninggal," ujar Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismailboby kepada awak media.

Baca juga: Tiga Kali Mangkir, KPK Tegaskan Sikap terhadap Rudy Tanoe dalam Kasus Bansos Beras Rp221 Miliar 

Malam itu, Nur disebut terbangun dan mendapati Aan berada di area penggilingan ayam. Situasi kemudian berubah menjadi kepanikan hingga serangan terjadi terhadap keluarga tersebut. Jamil (32) dan anaknya yang masih berusia dua tahun, Rizki, meninggal dunia di lokasi, sementara Nur sempat dievakuasi dan menjalani perawatan sebelum akhirnya meninggal.

Suara teriakan dari dalam rumah sempat menarik perhatian warga sekitar. Polisi menyebut pintu rumah ditemukan dalam kondisi terkunci dari luar setelah kejadian, sementara warga kemudian berupaya membuka akses untuk mengevakuasi para korban. Rangkaian kejadian tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan untuk memastikan bagaimana peristiwa berlangsung dan apa yang dilakukan terduga pelaku setelah meninggalkan lokasi.

Baca juga: Berawal dari Pembukaan Ruang untuk Murid, Yayasan Sekolah di Jaksel Justru Temukan 995 Senjata Api hingga VCD Porno 

Hingga Ahad, 9 Agustus 2026, Polresta Palu masih memburu Aan Kurniawan. Sebanyak sembilan orang telah dimintai keterangan, termasuk warga sekitar dan orang tua terduga pelaku. Polisi belum mengungkap keberadaan Aan dan masih menelusuri berbagai kemungkinan arah pelariannya. Di sisi lain, belum ada keterangan langsung dari Aan terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya karena hingga kini ia masih berstatus buron.

Halaman:

Tags

Terkini