hukum-kriminal

Antrean Solar Berujung Berdarah di Makassar, Sengketa Giliran Isi BBM Diduga Picu Penikaman Sopir Truk

Jumat, 24 Juli 2026 | 06:32 WIB
Antrean panjang biosolar di SPBU Perintis Makassar kembali memicu keributan. Sengketa giliran mengisi BBM diduga berujung aksi penikaman.(Dok.Instagram@makassar_info)

Inti berita:

• Perselisihan diduga akibat sengketa giliran mengisi biosolar di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, berujung aksi penikaman terhadap seorang sopir truk. Polisi masih menyelidiki kronologi dan motif pasti insiden tersebut.

 

MetroSelebes.com, MAKASSAR — Pagi yang seharusnya menjadi rutinitas para sopir angkutan barang berubah menjadi kepanikan di sebuah SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Di tengah antrean panjang kendaraan untuk mengisi biosolar, perselisihan soal giliran diduga memicu aksi penikaman yang membuat seorang sopir truk harus dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 09.44 WITA di SPBU bernomor register 74.902.88. Lokasi tersebut dalam beberapa pekan terakhir diketahui menjadi salah satu titik dengan antrean kendaraan terpanjang untuk pengisian biosolar, sehingga kerap memicu ketegangan di antara para pengemudi yang menunggu giliran.

Baca juga: Saat Rapat Paripurna Berlangsung, Obrolan Gubernur-Wagub Sulsel Jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Fokus Pembahasan 

Kapolsek Tamalanrea Kompol Mustari Alam melalui Kanit Reskrim Iptu Muhammad Ismail membenarkan adanya insiden tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terduga pelaku berinisial MH disebut telah berada di lokasi sejak sekitar pukul 02.30 WITA untuk mengantre pengisian biosolar.

Menurut keterangan polisi, saat antrean mulai bergerak menuju area pengisian, korban datang menggunakan truk dan mengambil posisi yang oleh pelaku dianggap sebagai jalur antreannya. Korban disebut menjelaskan bahwa kendaraannya hendak mengisi BBM jenis Dex. Namun, perbedaan persepsi mengenai urutan kendaraan diduga memicu adu mulut yang kemudian berujung pada aksi kekerasan.

Baca juga: DNA Jadi Harapan Terakhir, Biddokkes Polda Sulsel Percepat Identifikasi Korban KM Nurul Salsa 

Iptu Muhammad Ismail mengatakan penyidik masih mendalami seluruh kronologi kejadian, termasuk keterangan para saksi di lokasi. "Dugaan sementara, pemicu insiden ini adalah persoalan antrean pengisian BBM. Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwanya," ujarnya.

Di sisi lain, keterangan yang dihimpun aparat juga mengarah pada adanya perbedaan versi terkait posisi antrean sebelum insiden terjadi. Karena itu, polisi belum menarik kesimpulan akhir mengenai pihak yang paling bertanggung jawab dan mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum proses hukum selesai.

Baca juga: John Mearsheimer Nilai AS Sulit Menang atas Iran, Benarkah Washington Kehilangan Keunggulan Strategis?

Kasus ini kembali menyoroti persoalan antrean panjang biosolar di sejumlah SPBU Makassar yang beberapa kali memicu konflik di lapangan. Warga berharap pengelolaan antrean dapat diperbaiki agar aktivitas distribusi BBM tetap tertib dan tidak kembali memakan korban akibat perselisihan antarpengguna layanan. (*)

(Fir/Ade)

Tags

Terkini