Inti berita:
• Jenazah Aris Sanda tiba di Toraja Utara pada Sabtu pagi dan disemayamkan di rumah keluarga sebelum dimakamkan pada hari yang sama.
METROSELEBES.com, TORAJA - Perjalanan panjang itu akhirnya berakhir di tanah kelahiran. Jenazah Aris Sanda, sopir travel logistik yang menjadi korban penembakan di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan, tiba di Toraja Utara pada Sabtu pagi, 19 September 2026.
Peti jenazah Aris sebelumnya diterbangkan dari Bandara Internasional Sentani, Jayapura, menuju Makassar pada Jumat sore. Setibanya di Makassar, jenazah langsung melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menggunakan ambulans dengan pengawalan kepolisian menuju rumah keluarga di Kecamatan Bangkelekila', Kampung Sadang/Akung.
Baca juga: Dari Wamena ke Toraja, Hari Ini Aris Sanda Pulang untuk Selamanya
Kedatangan Aris di rumah keluarga menjadi momen duka bagi kerabat yang telah menunggu kepulangannya. Setelah melalui proses pemulangan dari Papua, jenazah kini disemayamkan untuk menjalani rangkaian terakhir sebelum dimakamkan di kampung halaman.
Sebelumnya, pria yang akrab disapa "papa Tasya" tersebut sempat bercerita kepada ibunya tentang kerinduan keluarga dan kampung halamannya dan keinginan berkumpul. "Tunggu Mama, nanti saya pulang, kita berkumpul," ujar Elisabet menirukan ucapan putranya sebelum tragedi Habema.
Baca juga: Biadab! Dipaksa Pegang Bintang Kejora, Sopir Toraja Aris Sanda Ditembak KKB dan Mobilnya Dibakar
Kini, ia memang telah pulang. Namun, tak bisa bicara lagi. Tubuhnya terbujur kaku. Keluarga memastikan pemakaman Aris dilaksanakan pada Sabtu (19/9/2026). Prosesi pelepasan hingga pemakaman mendapat perhatian aparat keamanan dan pemerintah setempat agar seluruh rangkaian berjalan tertib serta keluarga dapat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Aris sebelumnya menjadi korban insiden penembakan saat menjalankan pekerjaannya sebagai sopir angkutan logistik di jalur Papua. Berdasarkan keterangan aparat, kendaraan yang ditumpanginya dicegat kelompok bersenjata saat melintas di kawasan Danau Habema. Dalam peristiwa tersebut, Aris kemudian ditemukan meninggal dunia dan kendaraannya dalam kondisi terbakar.
Baca juga: Mahfud MD Buka Suara, Mengapa KPK Belum Periksa Nusron dalam Kasus HGB
Aparat keamanan menyebut kelompok yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut berkaitan dengan OPM Kodap II Ndugama. Polisi dan aparat gabungan masih melakukan penyelidikan serta pengejaran terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab. Barang bukti berupa selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter juga telah diamankan dari lokasi kejadian.
Baca juga: Rencana Pelantikan HPMM Cabang Bungin Didorong Pendiri, Ditargetkan Akhir September 2026
Artikel Terkait
FH Unhas Jajaki Riset Resolusi Konflik dengan Georgetown University
PAN Soroti PT 5 Persen, Suara Pemilih Berisiko Makin Banyak Tak Terwakili
Kejagung Telusuri Jejak Perusahaan Riza Chalid di Balik Dugaan Korupsi Migas Bekasi
Video Dugaan Tendang Wanita Viral, Pria R Diamankan Polisi Dini Hari
Mahfud MD Buka Suara, Mengapa KPK Belum Periksa Nusron dalam Kasus HGB