METRO SELEBES.COM - Haji Tamattu merupakan satu di antara cara beribadah haji, selain haji Qiran dan haji Ifrad. Dalam mengerjakan haji Tamattu, jemaah haji terlebih dulu berihram dan berniat umrah dari miqat, lalu mengerjakan tawaf dan sai' serta bertahallul.
Jika tahapan ini sudah dilakukan jemaah haji tidak terkena larangan ihram sampai berihram kembali dan berniat haji mulai tanggal 8 Zulhijjah hingga selesai.
Rasulullah Saw mengerjakan haji dengan cara semacam itu berdasarkan hadits ini:
أَنَّ عبداللهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: تَمَتَّعَ رَسُولُ اللهِ ﷺ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ، وَأَهْدَى، فَسَاقَ مَعَهُ الْهَدْيَ مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ، وَبَدَأَ رَسُولُ اللهِ ﷺ فَأَهَلَّ بِالْعُمْرَةِ، ثُمَّ أَهَلَّ بِالْحَجِّ، وَتَمَتَّعَ النَّاسُ مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ،
Artinya: Abdullah bin Umar berkata: "Rasulullah Saw melaksakan haji Wada' secara tamattu' dengan umrah kemudian haji. Beliau menyembelih hewan yang dibawa serta sejak dari Dzulhulaifah. Rasulullah memulai bertalbiyah saat umrah kemudian bertalbiyah kembali saat haji. Orang-orang yang ikut serta bersama Rasulullah juga melaksanakan haji tamattu' dengan umrah terlebih dulu baru kemudian berhaji." (HR. Al-Bukhari)
Baca Juga: Pj Bupati Bekasi Teken Perbup Pemberian Beasiswa bagi Siswa Miskin Berprestasi
Beliau memilih haji tamattu' dengan beberapa alasan: pertama, beliau memilih kemudahan dan kelonggaran dalam beribadah haji.
Kedua, beliau mengajarkan kepada ummat nya yang berhaji dengan latar belakang perbedaan usia, jenis kelamin, kesibukan, dan lain-lain agar melaksanakan ibadah haji sesuai dengan kemampuan.
Ketiga, beliau mengajarkan bahwa sekalipun haji merupakan ibadah fisik tapi harus disertai penjiwaan dan penghayatan.
Tak masalah walau haji tamattu dinilai lebih santai, asalkan dijiwai dan dihayati supaya hajinya mabrur.