peristiwa

Demo di Kantor PLN Sulselrabar Memanas, Mahasiswa Desak GM Dicopot karena Pemadaman Bergilir

Jumat, 4 September 2026 | 16:40 WIB
FOTO: Tampak Mahasiswa GAM menggelar aksi di Kantor PLN UID Sulselrabar, Makassar, mendesak pencopotan GM terkait pemadaman listrik bergilir. (Dok.Instagram@losari post)

Inti berita:

• Gerakan Aktivis Mahasiswa mendesak pencopotan GM PLN Sulselrabar.

• GAM protes pemadaman listrik bergilir yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat.

• Sementara PLN berdalih sedang ada perbaikan ketenagalistrikan hingga 5 September 2026

 

METROSELEBES.com, MAKASSAR — Asap hitam mengepul di depan gerbang Kantor PLN UID Sulselrabar, Jalan Letjen Hertasning, Makassar, Kamis (3/9/2026). Di balik kobaran ban bekas itu, mahasiswa membawa satu tuntutan utama: meminta General Manager (GM) PLN Sulselrabar dicopot dari jabatannya menyusul pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Aksi tersebut digelar kelompok yang mengatasnamakan diri Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM). Massa menilai pemadaman listrik yang berlangsung hingga malam hari telah mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan kegiatan ekonomi.

Baca juga: PLN Kembali Jadwalkan Pemadaman Listrik Makassar Kamis 3 September, Sejumlah Wilayah Terdampak, Cek Waktunya 

Spanduk tuntutan dibentangkan di sekitar lokasi aksi. Situasi kemudian memanas setelah massa membakar ban bekas di tengah jalan. Aksi itu membuat asap pekat membubung dan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di Jalan Letjen Hertasning.

Jenderal Lapangan GAM mengatakan, tuntutan pencopotan GM PLN Sulselrabar bukan sekadar bentuk ketidakpuasan mahasiswa. Menurutnya, manajemen PLN harus bertanggung jawab atas gangguan pelayanan yang dinilai telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Pencopotan GM PLN Sulselrabar adalah harga mati,” tegasnya dalam aksi tersebut.

Mahasiswa juga menyoroti respons manajemen PLN dalam menghadapi persoalan kelistrikan di Sulawesi Selatan. Mereka menilai langkah mitigasi krisis belum mampu menjawab keresahan pelanggan dan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan serta penanganan gangguan listrik.

Baca juga: 800 KG Ketamin Diselundupkan Lewat Laut, Polisi Bongkar Jejak Kapal dari MV King Sun hingga Fuchangxing 1

Di sisi lain, pihak manajemen PLN Sulselrabar berdalih sedang ada perbaikan ketenagalistrikan yang diperkirakan hingga 5 September 2026. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini karena sedang ada perbaikan," ujar Manajer Komunikasi PLN Sulselrabar, Ahmad saat menerima perwakilan mahasiswa.

Halaman:

Tags

Terkini